Bursa Asia Kompak Melemah, IHSG Stagnan

Sesi I

Bursa Asia Kompak Melemah, IHSG Stagnan

Angga Aliya - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2015 12:15 WIB
Bursa Asia Kompak Melemah, IHSG Stagnan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) stagnan di tengah perdagangan yang sepi. Investor kurang semangat setelah dapat sentimen negatif dari pasar saham regional.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 2,210 poin (0,04%) ke level 4.947,963 lanjutkan penguatan dengan kenaikan tipis. Investor asing masih terus melepas saham.

Setelah sempat naik ke titik tertingginya di 4.964,405 Indeks langsung melambat dan akhirnya stagnan. Investor domestik melepas saham unggulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (17/6/2015), IHSG menipis 0,374 poin (0,01%) ke level 4.945,379. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,135 poin (0,02%) ke level 850,042.

Saham-saham yang dua hari terakhir naik kini terkena aksi ambil untung. Seperti di saham-saham yang ada di sektor tambang, infrastruktur, finansial, dan aneka industri.

Perdagangan hari ini berjalan sangat sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 97.376 kali dengan volume 2,859 miliar lembar saham senilai Rp 1,841 triliun. Sebanyak 118 saham naik, 109 turun, dan 85 saham stagnan.

Bursa-bursa regional akhirnya jatuh ke zona merah dengan kompak siang ini. Pasar saham Jepang yang jatuh paling dalam.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 190,52 poin (0,94%) ke level 20.028,75.
  • Indeks Hang Seng menipis 15,53 poin (0,06%) ke level 26.738,26.
  • Indeks Komposit Shanghai berkurang 8,85 poin (0,18%) ke level 4.959,05.
  • Indeks Straits Times turun 14,77 poin (0,44%) ke level 3.311,14.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 400 ke Rp 16.950, Unilever (UNVR) naik Rp 375 ke Rp 41.300, United Tractor (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 20.350, dan Pioneerindo (PTSP) naik Rp 300 ke Rp 8.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Supreme Cable (SCCO) turun Rp 240 ke Rp 3.685, BCA (BBCA) turun Rp 225 ke Rp 13.500, Sorini Agro (SOBI) turun Rp 175 ke Rp 2.675, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 140 ke Rp 3.510.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads