Bantu Produksi, Tambang Boy Thohir dan Soeryadjaja Seleksi 3 Perusahaan Australia

Pencatatan Saham Perdana

Bantu Produksi, Tambang Boy Thohir dan Soeryadjaja Seleksi 3 Perusahaan Australia

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2015 11:35 WIB
Bantu Produksi, Tambang Boy Thohir dan Soeryadjaja Seleksi 3 Perusahaan Australia
Jakarta -

PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA) menargetkan bisa mulai berproduksi pada kuartal IV-2016. Untuk merealisasikan hal tersebut, saat ini perusahaan tengah menyeleksi 3 perusahaan asal Australia untuk mengerjakan konstruksi fasilitas pertambangan milik perusahaan.

Demikian disampaikan sekretaris perusahaan Ellie Turjandi dalam paparan media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (19/6/2015).‎

"Tender konstruksi, sudah dimulai, yang masuk tender 3 perusahaan engineering dari Australia. Kami sedang melakukan evaluasi mana yang sesuai dengan desain konstruksi yang kami inginkan yaitu paling baru dan ramah lingkungan dengan harga penawaran yang paling kompetitif," ujar Ellie pada kesempatan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dipilih perusahaan asal australia, lanjut dia didasarkan pada reputasi negeri kangguru tersebut di bidang konstruksi fasilitas pertambangan mineral yang unggul dibanding negara lain.

"Kalau mineral itu, teknologi yang paling maju itu yang terkenal memang australia. Jadi itu pertimbangan kita. Karena kita ingin dapat yang terbaik ya," jelas Ellie.‎

Ia menyebut, adapun 3 perusahaan yang ikut dalam tender konstruksi pembangunan fasilitas pertambangan milik MDKA ini adalah Como Engineering Australia, Contromation Australia dan‎ FL Smith Antralia‎.

Perusahaan ini dikendalikan oleh Grup Saratoga milik keluarga Soeryadjaja dan Sandiaga Uno, Grup Provident Capital, dan pengusaha nasional Garibaldi Thohir yang dikenal sebagai bos Adaro dan baru-baru ini diangkat jadi komisaris BEI.

(dna/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads