Sekretaris perusahaan Ellie Turjandi mengatakan, di 2017 perusahaan membidik untung US$ 19,7 atau setara Rp 256,1 miliar. Saat ini perusahaan masih mencatat rugi.
"Target kita full years 2017 kita bisa cetak laba US$ 19,7 juta (Rp 256,1 miliar)," terang dia saat paparan media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (19/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pembukuan kinerja keuangan perusahaan akan menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini dikarenakan seluruh kegiatan produksi hingga transaksi penjualan akan dilakukan dalam bentuk dolar AS.
"Pembukuan kita akan pakai dolar AS. Karena semua penjualan kita dilakukan di luar negeri dengan mata uang dolar AS. Kegiatan produksi dan utang-utang kita juga nantinya akan diperoleh dalam mata uang dolar AS. Jadi untuk memudahkan kami menggunakan mata uang dolar AS," tutur dia.
(dna/ang)











































