"Ya ini lebih kepada masalah confidence market global ya. Jadi ya kita tentunya harus punya persiapan yang kuat. Jadi penguatan pada fundamental makro saja yang kita jaga. Tapi dampak dari Yunani sendiri itu pasti berimbas ke seluruh dunia, tidak hanya di beberapa negara," jelas Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (24/6/2015).
Dia menjelaskan, kondisi perekonomian global tersebut berpotensi menekan laju rupiah. Pemerintah mengasumsikan gerak rupiah di tahun depan di posisi Rp 13.400.
Β
"Itu kan range (rentang), nanti kita tentukan titiknya 14 Agustus. Ya, kita jaga pada nilai tukar, kita jaga pada fundamental makro tadi, paling penting, dari anggaran kita, dari defisit transaksi berjalan. Sejauh ini sih semuanya variable-variable semua itu dalam kondisi yang bagus, kecuali nilai tukar kita, kita upayakan supaya tidak volatile lagi," terang dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Kita melihat kondisi terakhir. Kita coba ini saja, lebih realistis, melihat bahwa mungkin kondisi tahun depan tidak sebaik yang kita bayangkan," katanya.
(drk/ang)











































