Secondary Offering BNI Dilakukan Setelah Peningkatan Nilai
Senin, 21 Feb 2005 10:35 WIB
Jakarta - Dirut BNI Sigit Pramono memastikan secondary offering akan dilakukan setelah dilakukan peningkatan nilai atau value creation. Adapun langkah peningkatan itu meliputi aliansi strategis serta insiatif merger dan akuisisi. "Saya katakan divestasi atau secondary public offering baru akan dilakukan setelah dua langkah (value creation) itu kita selesaikan," kata Sigit disela-sala diskusi Trijaya Network di Hotel Niko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (21/2/2005).Menurut Sigit, untuk aliansi strategis saat ini sudah dilakukan dengan PT Pos Indonesia. Sedangkan untuk merger dan akuisisi, BNI sedang menyiapkan langkah-langkahnya. Ketika disinggung kemungkinan ditundanya secondary offering karena terhambat merger dan akuisisi, Sigit mengatakan hal itu akan sangat tergantung pada proses dan waktunya. Akan tetapi Sigit mengaku tetap optimis secondary offering bisa dilakukan tahun ini. "Karena tujuan secondary offering tidak semata-mata untuk setoran APBN, jadi tidak perlu tergesa-gesa. Bisa saja dilakukan pada Juni, September atau Desember," ujarnya.Sigit menambahkan, untuk menutup setoran APBN tidak semata-mata dari secondary offering BNI karena pemerintah masih memiliki sejumlah opsi lain seperti merger BTN dengan bank lain. Jika merger BTN dilaksanakan, maka pemerintah akan mendapatkan uang dari hasil penjualan sahamnya. Menurut Sigit, dana hasil merger itu bisa dimasukkan dalam setoran APBN sehingga kekurangannya baru akan dipikirkan berikutnya.Berkaitan dengan merger dan akuisisi, dipastikan BNI juga akan melakukan langkah lain seperti right issue dan penerbitan subt debt. "Untuk right issue bisa dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan secondary offering atau bisa juga setelahnya," tukas Sigit.
(qom/)











































