Salah satu ambisi Tito adalah menjadikan pasar modal Indonesia bisa bersaing dengan bursa negara tetangga seperti Thailand dan Singapura, khususnya soal trading value atau nilai transaksi.
Tito berambisi, dalam 3 sampai 5 tahun ke depan, nilai transaksi bursa saham Indonesia bisa mengalahkan bursa Thailand dan Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menyebutkan, saat ini nilai transaksi modal Indonesia mencapai US$ 94 miliar per tahun, sementara Singapura dan Thailand rata-rata mencapai US$ 300-340 miliar per tahun.
"Padahal Thailand itu broker cuma 38, kita ada 115," katanya.
Selain itu, Tito juga menargetkan bisa menaikkan jumlah transaksi harian dari Rp 5-7 triliun menjadi Rp 15 triliun per hari dalam 3-5 tahun ke depan.
"Tergantung kalau pemerintah bantu, bisa, pasar modal bagian dari protokol krisis, mereka bantu dong, privatisasi," ucap Tito.
Dia menambahkan, untuk mencapai itu, dirinya berupaya menarik jumlah investor melalui penyempurnaan sistem perdagangan yang kuat, beragam produk yang bagus, dan edukasi masyarakat.
"Investor banyak, sistem perdagangan yang kuat. Kita dagang lebih banyak. Target trading value 3 kali lipat, di akhir periode 2018-2020," pungkasnya.
(drk/ang)











































