Dirut Baru BEI Incar 42 Perusahaan Masuk Pasar Modal Tiap Tahun

Dirut Baru BEI Incar 42 Perusahaan Masuk Pasar Modal Tiap Tahun

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2015 20:49 WIB
Dirut Baru BEI Incar 42 Perusahaan Masuk Pasar Modal Tiap Tahun
Dirut Baru BEI Tito Sulistio usai RUPST (Foto: Dewi/detikFinance)
Jakarta - Pimpinan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) punya ambisi tinggi dalam memajukan pasar modal Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Direktur Utama BEI Tito Sulistio memasang target ambisius untuk bisa menjaring perusahaan-perusahaan melantai di bursa saham. Tito menargetkan bisa menarik 42 emiten baru setiap tahunnya.

Demikian dikatakan Tito Usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

"Tiga puluh dua sampai 42 emiten per tahun, minimum," sebut dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tito mengungkapkan, target 42 emiten tersebut ditujukan untuk perusahaan-perusahaan besar, sementara untuk perusahaan-perusahaan kecil, Tito punya angka target yang lain yaitu bisa menjaring 50 emiten per tahun.

"Tapi emiten kecil kita punya target mulai 2016, 50 emiten per tahun, tapi yang kecil itu perusahaan kecil kita pakai namanya driller driven, jadi kalau sekarang itu dagang kan kalau ada order, kalau driller driven selalu ada market maker ada jual ada beli, kayak currency, itu buat perusahaan kecil, ini insya Allah kalau diizinkan OJK, kayak Nasdaq gitu," jelas dia.

Selain itu, Tito juga menargetkan penambahan jumlah investor mencapai 20.000 investor per tahun.

Untuk mencapai itu, Tito menyebutkan, pihaknya akan memperbaiki sistem perdagangan, menambah jumlah produk investasi di pasar modal, memperkuat broker, dan mengedukasi masyarakat.

"Saat ini 380.000 terdaftar, yang aktif 20.000, kan target saya bagaimana menambah 20.000 investor aktif per tahun, caranya produknya harus bagus, sistem perdagangannya ditambah, broker diperkuat, edukasi panjang, kita harus punya maping, punya datanya. Kita dagang lebih banyak," tandasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads