Demikian hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa yang diselenggarakan di Hotel Grand Surya Kediri. Sabtu (27/6/2015).
Nilai Rp 800 per saham masih tetap seperti pada 2012 dan 2013 karena beberapa alasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan laba Gudang Garam pada 2014 tercatat sebesar Rp 5,3 Triliun. Angka itu meningkat dibanding di 2013 yang sebesar Rp 4,3 Triliun.
Dengan Produksi rokok sebesar 80,5 milar batang, terjadi peningkatan dibanding 2013 lalu yang tercatat 76,5 Milyar batang rokok.
Dalam RUPS kali ini juga dijelaskan tentang tren produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang menurun secara keseluruhan yang tak hanya terjadi pada perusaan Gudang Garam saja, tapi disejumlah pabrik rokok lainnya.
Penurunan cukup berpengaruh karena mencapai 26 persen, membuat Gudang Garam memberlakukan pensiun dini pada para pegawainya. Namun secara umum perusahaan tidak terpukul.
"Tidak ada pengaruhnya, karena secara keseluruhan memang SKT menurun permintaannya" imbuh Heru Budiman.
(rrd/rrd)











































