Yunani Terancam Bangkrut, Euro Turun Jadi Rp 14.600

Yunani Terancam Bangkrut, Euro Turun Jadi Rp 14.600

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 29 Jun 2015 10:30 WIB
Yunani Terancam Bangkrut, Euro Turun Jadi Rp 14.600
Foto: Reuters
Jakarta - Yunani terancam bangkrut gara-gara tak mampu bayar utang 1,54 miliar euro kepada International Monetary Fund (IMF) pada tenggat waktu 30 Juni besok. Krediturnya sudah siap beri dana bantuan, tapi Yunani belum ambil sikap.

Pemerintah Yunani yang dipimpin Perdana Menteri Alexis Tsipras ini mengambil referendum dan meminta rakyat lakukan voting atas tawaran bantuan yang diberikan Troika yaitu para krediturnya yang terdiri dari negara Uni Eropa, European Central Bank (ECB/Bank Sentral Eropa), dan IMF.

Drama Yunani yang berkepanjang ini menghantam nilai tukar euro ke titik terendahnya terhadap beberapa mata uang dunia, termasuk rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Senin (29/6/2015), euro hari ini berada di kisaran Rp 14.600, padahal tahun ini sempat menembus kisaran Rp 15.000 pekan lalu. Koreksi euro juga terjadi terhadap mata uang negara Asia lainnya.

Misalnya terhadap yen Jepang, euro sudah jatuh 3% sejak pekan ke kisaran 133,8 yen. Sementara terhadap dolar AS, euro anjlok 1,9% ke US$ 1,095 terendah dalam satu bulan terakhir.

Troika sebenarnya sudah siap memberikan bantuan hingga 7,2 miliar euro (Rp 108 triliun) untuk menutupi utang tersebut sampai akhir tahun ini. Tapi ada syaratnya.

Nah, syarat-syaratnya ini yang sampai sekarang belum juga disepakati oleh pemerintah Yunani. Pasalnya, Yunani diminta memangkas anggaran (terutama dana pensiun PNS) hingga naikkan pajak.

Sampai saat ini belum ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi jika Yunani gagal bayar utang dan bangkrut. Namun satu yang pasti, tanpa bantuan dari Troika, ekonomi Yunani akan hancur.

Berikut ini gambaran soal ekonomi Yunani dalam infografis.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads