Seperti dikutip dari BBC, Senin (29/6/2015), kekhawatiran akan bangkrutnya Negeri Dewa-Dewi ini membuat investor menarik dana dari beberapa negara Asia. Pasar saham pun terkena imbasnya.
Akibat aksi tarik dana tersebut, pasar saham regional pun jatuh hingga rata-rata lebih dari dua persen. Berikut ini situasi terkini bursa-bursa di Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Nikkei 225 jatuh 436,51 poin (2,11%) ke level 20.269,64.
- Indeks Hang Seng anjlok 644,27 poin (2,42%) ke level 26.019,60.
- Indeks Komposit Shanghai terjun 157,40 poin (3,75%) ke level 4,035.48.
- Indeks Straits Times melemah 43,74 poin (1,32%) ke level 3.277,16.
Drama Yunani yang berkepanjang ini juga membuat dolar AS makin perkasa, membuat mata uang negara-negara Asia berjatuhan, termasuk rupiah.
Sebenarnya Yunani tidak perlu khawatir karena Troika (Uni Eropa, European Central Bank (ECB/Bank Sentral Eropa), dan IMF) sudah siap memberikan dana bantuan hingga 7,2 miliar euro (Rp 108 triliun) untuk menutupi utang tersebut sampai akhir tahun ini. Tapi ada syaratnya.
Nah, syarat-syaratnya ini yang sampai sekarang belum juga disepakati oleh pemerintah Yunani. Pasalnya, Yunani diminta memangkas anggaran (terutama dana pensiun PNS) hingga naikkan pajak.
Pemerintah Yunani yang dipimpin Perdana Menteri Alexis Tsipras malah mengambil referendum dan meminta rakyatnya sendiri memilih apakah setuju dengan syarat-syarat tersebut melalui voting pada 5 Juli 2015 mendatang.
Votingnya baru mau dilakukan Sabtu, padahal tenggat waktu pembayaran utang di Selasa besok. Sikap Yunani yang seperti ini membuat para petinggi Uni Eropa geram.
(ang/dnl)











































