Perusahaan yang sahamnya dimiliki Kalla Group melalui PT Denaya Cakra Cipta ini memasok garbarata ke Hong Kong, Malaysia, Thailand, India, Jepang, Birma, dan Chili.
"Salah satu produk kita yaitu garbarata, kita kirim ke Hong Kong, India, Jepang, Chili, Malaysia, Thailand, Birma," ujar Direktur Utama Bukaka Irsal Kamaruddin saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (29/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami optimis. Garbarata diekspor, harganya US$ 400.000. Kita bikinkan yang khusus jadi kalau ada yang pakai kursi roda tidak sulit mendorongnya," katanya.
Selain garbarata, Perseroan juga menggarap bisnis lainnya yaitu Steel tower, Steel Bridge, power generation, galvanize, road construction equipment, oil and gas equipment, special purpose vehicle, dan offshore maintenance and services.
"Produk lain ada jembatan, kita supplai ke Chevron dan Pertamina, satu-satunya produk Indonesia yang dipakai oleh mereka, dulu dikuasai AS. Sudah 7.000 unit yang dipasang di Chevron. Kita juga masuk ke PLTA, ini karya anak bangsa, yang sudah dilakukan Bukaka sebagai kontraktor, PT Poso Energi 155 MW," jelas dia.
Irsal menyebutkan, Perseroan tahun ini menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 50 miliar yang akan digunakan untuk modernisasi mesin-mesin perseroan. Hingga semester tahun depan, perseroan menganggarkan capex sebesar Rp 150 miliar.
"2015 belanja modal secara keseluruhan, modernisasi perusahaan, walaupun agak sedikit bertolak belakang, masalah UMR membebani, berpindah ke mesin-mesin otomatis, tapi kami pastikan tidak ada PHK, cuma karyawan tidak bertambah," jelas dia.
Tahun ini, perseroan menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun. Irsal menyebutkan, sejak tahun 2010, indikator posisi keuangan perseroan mengalami ten meningkat.
Di tahun 2014, aset perseroan tercatat Rp 2,05 triliun atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,9 triliun.
Ekuitas 2014 tercatat Rp 1,14 triliun atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,11 triliun. Pendapatan tahun 2014 sebesar Rp 1,42 triliun atau naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,33 triliun.
Ebitda tahun 2014 sebesar Rp 209,4 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 171,5 miliar. Laba bersih 2014 tercatat Rp 98,3 miliar atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 81,6 miliar.
Margin laba bersih 2014 tercatat 6,72% atau lebih tinggi dari posisi tahun sebelumnya sebesar 6,15%. Arus kas bebas tahun 2014 tercatat Rp 115 miliar.
"Laba bersih target naik 11%. Pendapatan Bukaka naik 10% tahun ini, sekitar Rp 1,6 triliun, 2016 Rp 1,8 triliun, 2017 di atas Rp 2 triliun karena proyek-proyek PLTU mulai beroperasi dan menghasilkan, 2019 meningkat lebih dari 10%, laba bersih lebih dari 10%, karena PLTA dan PLTU kontribusi keuntungan lebih besar," tandasnya.
(drk/ang)











































