Mengakhiri perdagangan, Selasa (30/6/2015), IHSG ditutup menguat 28,080 poin (0,58%) ke level 4.910,658. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 4,291 poin (0,51%) ke level 839,142.
Semalam Wall Street berhasil ditutup positif, setelah perdagangan berjalan naik-turun, karena investor berharap Yunani bisa menyelesaikan pembayaran utangnya kepada International Monetary Fund (IMF).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa menguat di tengah sentimen negatif bangkrutnya Yunani. Aksi beli selektif akan terjadi di saham-saham unggulan.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 32,02 poin (0,16%) ke level 20.267,75.
- Indeks Straits Times menguat 7,47 poin (0,23%) ke level 3.324,80.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Oso Securities
Mengakhiri perdagangan bulan Juni kemarin (30/06), IHSG berhasil rebound 0,58% atau 28,08 poin ke level 4,901.66 pasca terkoreksi pada hari sebelumnya. Positifnya IHSG juga inline dengan melonjaknya bursa Asia yang mayoritas mengalami penguatan kecuali Sensex. Selain itu, aksi beli yang dilakukan para investor juga menjadi penopang reboundnya IHSG di atas level 4,900. Hampir seluruh indeks sektoral mengalami kenaikan kecuali sektor agriculture yang turun sebesar 0,65%. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 239,19 miliar.
Sementara itu, bursa Wall Street juga berhasil ditutup masuk ke zona positif dimana Indeks Dow Jones menguat tipis sebesar 0,13%, S&P 500 naik 0,27% dan Nasdaq naik sebesar 0,57%. Berkurangnya kekhawatiran pasar global terhadap krisis utang Yunani membuat bursa AS mampu melaju naik. Selain itu, positifnya Consumer Confidence Index dimana data menunjukkan kenaikan dari 95,4 naik menjadi 101,4 juga menjadi salah satu katalis pendorong penguatan bursa Wall Street.
Kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di tengah penantian data inflasi dalam negeri. Namun investor masih harus tetap waspada terhadap pelemahan yang masih akan terjadi. Secara teknikal, candle masih berada di bawah garis Bollinger band diikuti dengan volume beli yang meningkat. Indicator MACD masih bergerak sideways. Sedangkan indicator Stochastic Oscillator berpotensi membentuk golden cross. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4,890 β 4,935.
Mandiri Sekuritas
IHSG kembali ditutup sedikit di atas 4.900, tepatnya di 4.910. IHSG relatif bertahan dan cenderung sideway di tengah penurunan bursa saham global.
Pergerakan IHSG masih akan relatif sideway/non trending selama beberapa hari ke depan. Selama tidak membuat new low melewati level terendahnya di 4.826, maka IHSG masih relatif terjaga secara jangka pendek. Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.850-4.961.
Pasar saham Amerika, ditutup bervariasi. Dow Jones berada support 17.600β17.800 dan masih berada di bawah MA 200 D. S&P 500 memasuki downtrend setelah support di 2.090 ditembus. Nasdaq berada di kisaran support (fase konsolidasi) di area 4.350.
Pasar Eropa pada awal perdagangan sempat dibuka turun signifikan, namun menjelang penutupan menguat tipis, sehingga penutupan relatif bervariasi. Pasar Asia mengalami technical rebound yang cukup signifikan, setelah sehari sebelumnya mengalami penurunan tajam.
Sementara harga minyak WTI ditutup menguat dan masih berada dalam pola konsolidasi di support US$ 58/barel dan resistance di US$ 62/barel.
(ang/ang)











































