Jepang Berniat Investasi di Sektor Listrik

Jepang Berniat Investasi di Sektor Listrik

- detikFinance
Senin, 21 Feb 2005 23:42 WIB
Jakarta - Jepang berniat untuk berinvestasi dalam sektor listrik di Indonesia. Hal ini terungkap dari kedatangan delegasi Jepang dari The International Friendship Exchange Council (FEC) yang menyatakan minat untuk turut serta dalam Independent Power Produsen (IPP) generasi kedua."Mereka baru mengumpulkan data dan informasi pembangkit apa saja yang bisa ditawarkan kepada calon-calon investor di Jepang bahkan Chubu Electronic japang pernah menyampaikan niat mengembangkan investasi di Indonesia," kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Dep ESDM, Yogo Pratomo di dalam jumpa pers di Departemen ESDM, Senin (21/2/2005).Ia menerangkan bahwa IPP berdasarkan list infrastructure summit ada 12 termasuk kabel bawah laut Sumatera-Jawa dan LNG terminal, untuk pembangkit ditawarkan 10 buah untuk satu paket pertama 2005-2006. Pada prinsipnya 10 pembangkit ini masuk kedalam sistem kelistrikan atau sudah bisa supply 2009-2010."Pada awal bulan Maret ini pemerintah akan melakukan tender batubara untuk PLTU Banten skala 500 megawatt dengan nilai US$ 500 juta. Ini tender pembangkit pertama IPP generasi kedua." ujar Yogo.Tender lainnya, tukas dia, adalah PLTU Tanjung Jati A skala 1200 megawatt, PLTU Tanjung Jati C 1200 Megawatt, PLTU Sumatera Utara skala 100 Megawatt dan PLTU sulawesi Utara 100 Megawatt. Menurutnya, pembangkit-pembangkit yang dulu pernah close out akan dikirim pemberitahuan kepada developernya terlebih dahulu sebagai proyek IPP baru. "Kalau mereka berminat akam mendapat first right official tentu saja untuk jawabannya pemerintah akan memberi tenggang waktu. Namun, kalau tidak berminat nanti akan ditawarkan pemerintah secara terbuka," tuturnya.Tender ini, lanjut dia, akan dilaksanakan secara terbuka setiap 3 bulan selama 2005-2006. Sedangkan mengenai mekanisme dan prosedur tender dengan keputusan Menteri ESDM masih dalam penyusunan. "Yang jelas, setelah terpilih satu investor maka investor tersebut akan dipanggil untuk melakukan negosiasi dengan PLN," demikian Yogo. (ton/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads