Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (3/7/2015), IHSG menguat 38,129 poin (0,77%) ke level 4.982,910. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 8,130 poin (0,96%) ke level 857,044.
Akhir pekan lalu Wall Street libur menyambut hari raya Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) alias Independence Day.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 258,14 poin (1,26%) ke level 20.281,65.
- Indeks Straits Times melemah 23,65 poin (0,71%) ke level 3.319,08.
Rekomendasi untuk pergerakan saham hari ini:
First Asia Capital
Aksi beli kembali berlanjut pada perdagangan akhir pekan kemarin di tengah kekhawatiran kegagalan penyelesaian utang Yunani. Pasar mengabaikan sentimen eksternal yang kurang kondusif tersebut. Sebaliknya pasar lebih dipicu isu reshuffle kabinet terutama di tim ekonomi yang semakin menguat dan memberikan harapan positif bagi pasar. Aksi beli akhir pekan lalu terutama tertuju pada saham yang bergerak di sektor konsumsi, properti, dan infrastruktur, dan berhasil mengangkat IHSG mendekati level psikologis 5000, yakni tutup di 4982,910 atau menguat 0,77%. Namun penguatan IHSG belum ditopang dengan meningkatnya nilai transaksi, yang hanya mencapai Rp3,3 triliun di Pasar Reguler jauh merosot dibandingkan rata-rata harian sepanjang paruh pertama tahun ini yang mencapai Rp4,73 triliun.
Selama sepekan IHSG berhasil rebound 1,22% setelah pekan sebelumnya koreksi 1,24%. Pergerakan positif IHSG sepekan kemarin lebih banyak diwarnai sentimen eksternal terutama redahnya kekhawatiran terkait krisis utang Yunani menjelang refrendum 5 Juli 2015 terkait persyaratan yang diajukan kreditur guna membantu krisis utang di negara tersebut. Sejumlah hasil jajak pendapat memberikan indikasi mayoritas rakyat menyetujui Yunani menerima persyaratan kreditur. Sedangkan dari domestik, sentimen pasar digerakkan oleh meningkatnya kembali harapan atas perbaikan kinerja perekonomian memasuki paruh kedua tahun ini yang mengandalkan daya serap belanja negara di sejumlah proyek infrastruktur. Sementara pasar saham global akhir pekan lalu ditandai dengan liburnya Wall Street dan koreksi di pasar saham Eropa. Indeks Eurostoxx di zona Euro akhir pekan lalu koreksi 0,62% di 3441,76. Koreksi ini mengindikasikan pasar masih berhati-hati mengantisipasi hasil refrendum Yunani.
Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi rentan terkoreksi menyusul meningkatnya resiko pasar global setelah hasil refrendum Yunani menunjukkan kemenangan bagi yang โmenolakโ persyaratan bantuan kreditor. Yunani akan berpotensi terisolasi di kawasan Euro. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4950 dan resisten di 5010 cenderung koreksi.
Oso Securities
Setelah sempat mengalami koreksi di sela-sela perdagangan sesi pertama, akhir pekan kemarin (3/7) IHSG kembali gagah berada di zona positif. IHSG mengalami penguatan sebesar 0,77% atau 38,13 poin ke level 4,982.91. Kenaikan IHSG di tengah terkoreksinya bursa China yang cukup dalam pasca di rilisnya data indeks manufacturing dan data indeks jasa China bulan Juni yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Hampir semua indeks sektoral mengalami penguatan, kecuali sektor aneka industri yang tergelincir 0,17%. Investor masih mencatatkan net buy sebesar Rp 163,76 miliar. Hal ini juga menjadi penopang naiknya IHSG.
Sementara itu, bursa Wall Street masih dengan penutupan yang sama sehubungan dengan diadakannya libur nasional di akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones masih di level 17,730, S&P 500 masih di level 2,076 dan Nasdaq tetap di level 5,009. Investor masih wait and see menanti hasil referendum Yunani yang jatuh pada hari ini. Selain itu, beberapa data ekonomi AS yang juga akan rilis diharapkan lebih baik agar mampu menopang kenaikan bursa AS.
Kami memprediksi IHSG masih akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Secara teknikal, candle sudah berada di atas MA 20 harian. Semua indikator terlihat mampu mendukung pergerakan IHSG kembali ke zona positif. Indikator MACD Histogram, MFI, RSI dan Stochastic kompak bergerak menguat diikuti dengan volume beli yang meningkat. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4,910 โ 5,020.
(ang/ang)











































