Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 36,810 poin (0,74%) ke level 4.946,100 setelah mendapat tekanan dari Yunani yang sudah bangkrut tapi menolak dana bantuan krediturnya. Aksi jual saham langsung ramai.
Saham-saham unggulan yang kemarin sempat naik tinggi kini jadi sasaran jual. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa melemah hingga siang hari ini, hanya sektor agrikultur yang bisa menguat. Saham konsumer dan finansial jatuh paling dalam.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 94.198 kali dengan volume 3,255 miliar lembar saham senilai Rp 2,563 triliun. Sebanyak 53 saham naik, 208 turun, dan 59 saham stagnan.
Bursa-bursa regional hingga siang ini rata-rata melemah dengan koreksi cukup tajam. Bursa saham China membuat anomali dengan melonjak sendirian.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 508,42 poin (2,48%) ke level 20.031,37.
- Indeks Hang Seng anjlok 829,36 poin (3,18%) ke level 25.234,75.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 79,46 poin (2,16%) ke level 3.766,37.
- Indeks Straits Times turun 26,13 poin (0,78%) ke level 3.316,60.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 1.250 ke Rp 9.250, Multi Prima (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 6.825, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 71.000, dan Surya Essa (ESSA) naik Rp 200 ke Rp 2.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 925 ke Rp 18.925, Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 40.525, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 46.625, dan Indocement (INTP) turun Rp 600 ke Rp 21.250.
(ang/dnl)











































