Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 13.305 per dolar AS sama dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.348 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,542 poin (0,03%) ke level 4.918,283 dan perlahan menanjak berkat aksi beli selektif di saham unggulan. Positifnya bursa Asia memberi dorongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melemah 22,62 poin (0,46%) ke level 4.894,121 di tengah sepinya transaksi. Indeks pun kembali jatuh dari level 4.900.
Dua sektor masih bisa menguat, yaitu sektor konstruksi dan perdagangan. Delapan sektor lainnya terkena koreksi.
Menutup perdagangan, Selasa (7/7/2015), IHSG berkurang 10,691 poin (0,22%) ke level 4.906,050. Sementara Indeks LQ45 menipis 3,145 poin (0,37%) ke level 839,865.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 140,016 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 208.106 kali dengan volume 4,535 miliar lembar saham senilai Rp 4,096 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 131 turun, dan 109 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia berakhir mixed setelah dapat sentimen negatif dari Yunani. Kekhawatiran investor berujung ke lesunya perdagangan.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 264,47 poin (1,31%) ke level 20.376,59.
- Indeks Hang Seng turun 260,97 poin (1,03%) ke level 24.975,31.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 48,79 poin (1,29%) ke level 3.727,12.
- Indeks Straits Times naik tipis 2,58 poin (0,08%) ke level 3.335,52.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 25.475, BCA (BBCA) turun Rp 400 ke Rp 13.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 46.650, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 275 ke Rp 1.625.
(ang/dnl)











































