Menkeu Bambang: Investor RI Sudah Kebal Terhadap Krisis Keuangan

Menkeu Bambang: Investor RI Sudah Kebal Terhadap Krisis Keuangan

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2015 19:40 WIB
Menkeu Bambang: Investor RI Sudah Kebal Terhadap Krisis Keuangan
Jakarta - Perekonomian Indonesia saat ini tengah melambat merespon kondisi global yang juga dalam situasi yang tidak menyenangkan.

Meskipun kondisi perekonomian Indonesia naik-turun bahkan cenderung melemah ditandai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun kurang menggairahkan. Namun hal ini ditanggapi santai pelaku pasar.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai investor Indonesia sepertinya sudah kebal terhadap kondisi pasar keuangan Indonesia sehingga ditanggapi santai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Volatilitas di pasar keuangan makin lama makin sering, dulu harga saham jatuh, yield sun naik, frekuensinya jarang, setahun bisa dihitung, sekarang itu sudah biasa, tapi ada sisi bagusnya, kita seolah-olah lebih kebal terhadap gangguan di sektor keuangan, oh saham turun, sudah biasa, toh nanti balik lagi," kata Bambang saat mengisi acara di Soft Launching Indonesia Investment Club (IIC), di Hotel Sangri-La, Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Meski demikian, Bambang menyebutkan, Indonesia perlu memperkuat sektor keuangannya agar tidak mudah dihantam krisis.

Salah satu yang harus diperkuat adalah sektor pasar modal. Saat ini, pasar modal Indonesia masih dikendalikan asing sehingga ada potensi 'goyang' jika banyak dana asing keluar dari pasar saham.

"Sekarang sudah banyak yang IPO tapi didominasi asing, investor lokalnya terbatas, jadi IIC ini mendorong banyak perusahaan ke pasar modal, sayang kalau hanya mengandalkan asing. IIC ini diharapkan menggairahkan market, dan financing khususnya longterm, ini mimpi besar," ujar Bambang.

(drk/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads