Hal ini dikarenakan masih lesunya penjualan properti di awal tahun 2015 ini seiring terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama tahun 2015 ini. Perusahaan pun berencana memangkas target penjulan marketing tersebut.
"Target Rp 6,5 triliun kemungkinan akan ada revisi. Tapi belum tahu besarnya berapa. Karena kita masih tunggu angka di akhir Juni. Juni sudah habis kan, tapi angkanya belum keluar. Jadi kita tunggu itu dulu," ujar Direktur Keuangan APLN Cesar De La Cruz saat berbincang dengan wartawan di Pullman Hotel Central Park, Jakarta, Selasa (7/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui terpisah, VP Corporate Marketing APLN Indra Widjaja Antono mengatakan, pihaknya masih akan berupaya mempertahankan target capaian penjualan tersebut.
Upaya ini ditunjukkan dengan masih adanya sejumlah proyek properti yang akan diluncurkan perusahaan di tahun ini di antaranya, Grand Madison, Podomoro City di Jakarta Barat, SOHO Capital di Pancoran Jakarta Selatan, Pakubuwono Springs di Jakarta Selatan, Pluit City, Bandung City Center dan Borneo Bay City di Balikpapan.
"Akan ada revisi sepertinya, tapi kami belum putuskan. Yang pasti kami masih akan usahakan target akhir tahun bisa tercapai. Karena kami masih punya proyek-proyek properti yang siap diluncurkan tahun ini," pungkas dia.
(dna/ang)










































