Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menipis 10 poin di tengah perdagangan yang sepi. Transaksi kemarin hanya Rp 4 triliun dibandingkan rata-rata harian Rp 6 triliun.
Menutup perdagangan, Selasa (7/7/2015), IHSG berkurang 10,691 poin (0,22%) ke level 4.906,050. Sementara Indeks LQ45 menipis 3,145 poin (0,37%) ke level 839,865.
Semalam Wall Street ditutup positif setelah grafik perdagangan saham 'bergelombang' dengan volatilitas tinggi. Harga minyak, kondisi ekonomi China, dan krisis utang di Yunani menjadi sentimen di pasar saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa menguat di tengah maraknya sentimen negatif yang beredar. Indeks kemarin sudah turun tajam sehingga banyak saham yang valuasi sudah murah.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 309,33 poin (1,52%) ke level 20.067,26.
- Indeks Straits Times melemah 21,53 poin (0,64%) ke level 3.319,40.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Oso Securities
Pada perdagangan hari kedua pekan ini (7/7), IHSG melanjutkan koreksi pada hari sebelumnya sebesar 0,22% atau 10,69 poin ke level 4,906.05. Terdamparnya IHSG di zona merah di tengah menguatnya bursa global, namun penjualan saham China yang dilakukan investor luar negeri mampu menekan indeks Hang Seng menjadi katalis negatif melemahnya IHSG. Selain itu, pelemahan yang terjadi pada mayoritas indeks sektoral juga mendorong IHSG kembali tergelincir dimana sektor mining memimpin pelemahan sebesar 1,15% diikuti sektor MISC industry yang turun sebesar 1,04%. Sedangkan sektor property mengalami penguatan cukup dalam sebesar 1,45%. Investor asing mebukukan net sell sebesar Rp 141,85 miliar.
Sementara itu, akhirnya bursa Wall Street kembali rebound pasca mengalami pelemahan sejak akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones naik sebesar 0,53% ke level 17,776.91, S&P 500 naik sebesar 0,61% menjadi 2,081.34 dan Nasdaq menguat tipis sebesar 0,11% ke level 4,997.46. Penguatan bursa AS di tengah rilisnya data Trade Balance bulan Mei yang mengalami penurunan dari sebelumnya -$40,90B menjadi -$41,87B. Penyelesaian bailout utang Yunani yang masih bergulir lantas tidak membuat bursa AS melemah pada perdagangan kemarin. Namun, penurunan harga komoditas yang membuat saham-saham perusahaan pertambangan anjlok khawatir akan membuat bursa AS kembali mengalami pelemahan.
Kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan flat di tengah menurunnya data cadangan devisa Indonesia dan terkoreksinya beberapa indeks di bursa Asia pada pagi ini. Secara teknikal, IHSG berada di bawah garis Bollinger band. Di samping itu, beberapa indicator seperti indicator MFI, RSI dan William%R terlihat bergerak melemah. Indikator Stochastic Oscillator juga bergerak membentuk pola deadcross yang mengindikasikan akan adanya pelemahan. IHSG diprediksikan akan bergerak di kisaran 4,880 β 4,980.
First Asia Capital
IHSG pada perdagangan kemarin bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi. Setelah bergerak naik turun sekitar 36,5 poin, IHSG akhirnya tutup di teritori negatif koreksi 10,691 poin (0,2%) di 4906,050. Nilai transaksi di Pasar Reguler hanya mencapai Rp3,5 triliun dan pemodal asing masih mencatatkan nilai penjualan bersih Rp141,8 miliar. Koreksi IHSG kemarin terutama dipicu koreksi di sejumlah saham unggulan terutama saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang terkoreksi 2% dan saham Astra Internasional Tbk (ASII) yang terkoreksi 1,4%. Selain kedua saham tersebut, saham berbasiskan komoditas seperti tambang turut tertekan menyusul anjloknya harga komoditas setelah dolar AS kembali menguat akibat krisis utang Yunani dan melambatnya permintaan China.
Sedangkan aksi beli selektif yang menahan koreksi indeks, yakni saham sektor jasa konstruksi, properti, dan perbankan BUMN. Penguatan rupiah atas dolar AS kemarin sebesar 0,3% di level Rp13313 turut menopang aksi beli atas saham-saham sektoral tersebut. Pergerakan IHSG kemarin mengindikasikan pasar masih menanti hasil pertemuan KTT zona Euro yang diadakan Selasa kemarin untuk menindaklanjuti penanganan krisis utang Yunani pasca hasil refrendum yang menolak persyaratan yang diajukan kreditur. Sementara bursa global tadi malam bergerak bervariasi. Di zona euro indeks pasar saham masih tertekan. Indeks Eurostoxx terkoreksi 2% di 3294,19 menyusul belum adanya pengajuan proposal baru dari Yunani pasca refrendum yang dibahas di KTT zona Euro Selasa kemarin untuk menyelesaikan krisis utang Yunani. Para pemimpin zona Euro mengultimatum pemerintahan Yunani hingga akhir pekan ini untuk mengajukan proposal baru penyelesaian utang. Sedangkan indeks saham di Wall Street berhasil rebound setelah bergerak fluktuatif. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,53% dan 0,61% tutup di 17776,91 dan 2081,34. Pelaku pasar di Wall Street mengalihkan perhatian dari isu utang Yunani ke pencapaian laba emiten kuartal dua tahun ini menjelang musim rilis laporan keuangan. Selain digerakkan oleh antisipasi rilis laporan keuangan, pasar juga merespon positif permintaan kembali IMF agar The Fed menunda kenaikan tingkat bunga hingga awal tahun depan.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi berpeluang menguat terbatas dengan dukungan rebound di Wall Street tadi malam. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4890 dan resisten di 4930. Aksi beli selektif yang menopang penguatan akan ditopang dengan saham sektoral yang sensitif interest rate seperti perbankan, properti, dan jasa konstruksi.











































