Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengakui sepinya transaksi dalam beberapa hari terakhir merupakan dampak negatif dari gejolak ekonomi global.
Namun demikian, lanjutnya, meski transaksi harian turun sekitar Rp 1-2 triliun, pasar modal di Indonesia masih normal dan masih bergerak dalam jalur yang positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krisis global yang dimaksud Tito salah satunya efek negatif dari krisis di Yunani. Ia pun optimistis pasar saham RI bisa bergairah kembali.
"Yunani itu efeknya psikologi saja. Tapi tetap ada efek perlambatan. Saham perusahaan walau secara fundamental bagus pasti terjadi gejolak. Dampak (Yunani) kan terjadi juga negara-negara berkembang lain. Argentina dan negara lain kan juga jadi gejolak," tegasnya.
Tito menegaskan, sepinya transaksi di BEI bukan hal yang perlu dikhawatirkan selama kondisi fundamental emiten di Indonesia masih menunjukan tren positif.
"Saya ulang lagi, Yunani itu hanya psikologikal saja. Ekonomi dunia sedang krisis, saat kondisi demikian orang akan jual dan tunggu, makanya turun (transaksi). Tapi yang penting fundamental perusahaan-perusahaan di kita masih aman," pungkasnya.
(ang/ang)











































