Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop menyebut koreksi harga saham di China sebetulnya masih dalam taraf normal. Bila dibandingkan dengan pertumbuhan bursa saham, penurunan beberapa hari terakhir masih belum seberapa.
Sebab, harga saham perusahaan-perusahaan China sudah naik tinggi, lebih tinggi dari koreksi yang terjadi dalam satu bulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diop menyebut 'keoknya' harga saham belum memiliki berdampak kepada sektor riil di dalam negeri China.
"Saya juga belum melihat adanya dampak pelemahan saham ke ekonomi China seperti sektor riil di sana masih bagus," ujarnya.
Dengan demikian, kata dia, krisis saham di China ini masih belum mempengaruhi pergerakan ekonomi dunia saat ini yang memang sudah mulai lesu.
"Belum ada pengaruh terhadap dunia luar," ujarnya.
(feb/ang)











































