Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.344 per dolar AS sama dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.305 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,587 poin (0,13%) ke level 4.912,637 dan sempat jadi satu-satunya yang positif di Asia. Sayangnya aksi jual memaksa Indeks jatuh ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG terkoreksi 16,082 poin (0,33%) ke level 4.889,968 terkena aksi jual investor lokal. Koreksi bursa regional menahan IHSG di zona merah.
Tiga sektor saham masih bertahan positif, yaitu konsumer, konstruksi, dan infrastruktur. Tujuh sektor lainnya tidak bernasib baik.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (8/7/2015), IHSG ditutup melemah 34,479 poin (0,70%) ke level 4.871,571. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 8,222 poin (0,98%) ke level 831,643.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net sell) senilai Rp 61,185 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 249.099 kali dengan volume 5,896 miliar lembar saham senilai Rp 5,096 triliun. Sebanyak 68 saham naik, 220 turun, dan 72 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia kompak menutup perdagangan sore ini dengan kompak di zona merah. Koreksi yang diderita bursa regional rata-rata cukup dalam hingga lebih dari satu persen,
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 638,95 poin (3,14%) ke level 19.737,64.
- Indeks Hang Seng menukik 1,458,75 poin (5,84%) ke level 23.516,56.
- Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 219,93 poin (5,90%) ke level 3.507,19.
- Indeks Straits Times jatuh 59,40 poin (1,78%) ke level 3.281,53.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mayora (MYOR) naik Rp 525 ke Rp 26.000, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 40.700, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 400 ke Rp 11.400, dan Siloam (SILO) naik Rp 325 ke Rp 14.525.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 25.000 ke Rp 290.000, Merck (MERK) turun Rp 3.500 ke Rp 119.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 875 ke Rp 73.000, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 45.900.
(ang/hen)











































