Saat ini, masih banyak broker saham yang modalnya minim alias mendekati angka batas minimum ketentuan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) sebesar Rp 25 miliar.
Direktur Perdagangan BEI Alpino Kianjaya mengatakan, pihaknya terus mendorong perusahaan sekuritas untuk memperkuat posisinya di pasar modal dengan memperkuat modalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mission SRO yaitu BEI, tujuannya tingkatkan trading value, menguatkan AB, supaya bisa naik, transaksi harus naik. Kalau transaksi naik, portofolio naik, otomatis akan menaikkan MKBD secara langsung, itu filosofinya, MKBD itu untuk menguatkan broker," ujarnya saat buka puasa bersama media di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (7/7/2015).
Alpino menjelaskan, untuk bisa memperkuat broker banyak cara yang bisa dilakukan, di antaranya memperkuat modal melalui penguatan MKBD.
Meskipun tidak menyebut secara langsung soal penggabungan broker-broker kecil yang modalnya minim, namun Alpino menegaskan, broker yang modalnya masih minim didorong untuk mencari akal agar kualitasnya lebih baik.
"(Soal merger) itu hak anggota bursa, kalau nggak mau ya nggak bisa paksakan, tapi kalau minimal nggak bisa nambah MKBD ya harus top up, kalau nggak bisa ya merger, yang penting tujuannya strenghten sekuritas," jelas dia.
Alpino menambahkan, salah satu hal yang bisa dijadikan rekomendasi oleh para investor adalah sekuritas yang memiliki modal kuat.
"Kita harapkan broker-broker kita make money jadi MKBD secara otomatis bertambah. Yang broker nggak bagus ya nggak ada yang mau rekomendasi. Jadi create value, tenaga riset yang bagus, analis yang bagus, MKBD juga harus bagus, itu servis yang harus dilakukan broker," terangnya.
Di samping itu, Alpino juga tengah mengkaji untuk mengubah fraksi saham agar transaksi di pasar modal lebih ramai sehingga bisa mendatangkan banyak keuntungan, bukan hanya bagi broker tapi juga investor.
Alpino mengaku belum bisa menyebutkan ketentuan fraksi yang baru. Yang pasti, hingga saat ini proses diskusi masih terus dilakukan.
"Kita sudah panggil semua broker, proses lagi mengkaji, belum tau masih nunggu masukan dari broker, asing, kita bentuk FGD. Target kita maunya cepat," tandasnya.
(drk/ang)











































