Para pelaku pasar sangat was-was, krisis pasar saham di China bisa menghantam perekonomian negeri tirai bambu tersebut.
Di kala kekhawatiran ini terjadi, bursa saham Wall Street atau New York Stock Exchange (NYSE) mengalami gangguan selama 3 jam lebih. Ini merupakan gangguan terbesar di pasar keuangan AS dalam 2 tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berpikir, situasi di Yunani bukanlah fokus para pelaku pasar dalam jangka pendek ini. Kejadian ini semua karena kekhawatiran soal China, di mana aksi jual saham terus terjadi," kata Analis Tim Ghriskey dilansir dari Reuters, Kamis (9/7/2015).
Indeks saham Dow Jones turun 261,49 poin (1,47%) ke 17.515,42. Indeks S&P 500 turun 34,65 poin (1,66%) ke 2.046,69. Sedangkan indeks Nasdaq turun 87,7 poin (1,75%) ke 4.909,76.
Meski perdagangan sempat terhenti, namun volume transaksi cukup tinggi, yaitu mencapai 7,1 miliar lembar saham. Ini sedikit di bawah rata-rata transaksi harian, yaitu 7,2 miliar lembar saham.
(dnl/dnl)











































