Banyak Sentimen Negatif Menekan IHSG

Rekomendasi Saham

Banyak Sentimen Negatif Menekan IHSG

Angga Aliya - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2015 08:57 WIB
Banyak Sentimen Negatif Menekan IHSG
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melemah 34 poin akibat aksi lepas saham investor domestik. Meski tidak bannyak. dana asing mulai masuk ke lantai bursa.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (8/7/2015), IHSG ditutup melemah 34,479 poin (0,70%) ke level 4.871,571. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 8,222 poin (0,98%) ke level 831,643.

Semalam Wall Street semalam sempat mengalami gangguan teknis selama kurang lebih 3 jam. Ini membuat perdagangan saham terhenti, di tengah kekhawatiran soal kondisi krisis utang di Yunani, dan krisis pasar saham di China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks saham Dow Jones turun 261,49 poin (1,47%) ke 17.515,42. Indeks S&P 500 turun 34,65 poin (1,66%) ke 2.046,69. Sedangkan indeks Nasdaq turun 87,7 poin (1,75%) ke 4.909,76.

Hari ini IHSG diperkirakan akan kembali melemah setelah adanya penjualan besar-besaran di China dan kerusakan teknis Bursa New York semalam. Aksi jual asing bisa muncul.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 420,37 poin (2,13%) ke level 19.317,27.
  • Indeks Straits Times melemah 28,37 poin (0,86%) ke level 3.256,62.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Oso Securities
Setelah sempat bergerak menguat yang diikuti aksi beli, IHSG berakhir dengan posisi masih belum bisa beranjak dari zona merah pada perdagangan Rabu kemarin (8/7). IHSG melemah 0,70% atau 34,48 poin ke level 4,871.57. Tergerusnya perekonomian China berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membuat IHSG pun menjadi lemah. Selain itu, cadangan devisa dan penjualan Ritel Juni yang menurun juga memicu IHSG berada pada posisi negatif. Mayoritas indeks sektoral bergerak inline dengan IHSG dengan pelemahan terdalam dialami oleh sektor misc industry yakni sebesar 2,84%. Hanya sektor consumer goods dan trade yang mampu menguat yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,32% dan 0,09%. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 60,02 miliar.

Sementara itu, pergerakan bursa China yang terus mengalami penurunan membuat pelaku pasar khawatir dengan pertumbuhan ekonomi China memberikan efek negatif kepada perekonomian global. Hal ini menyebabkan bursa Wall Street tersungkur dimana Indeks Dow Jones mencatatkan pelemahan sebesar 1,47% ke level 17,515.42, S&P 500 melemah sebesar 1,67% ke level 2,046.68 dan Nasdaq juga turun sebesar 1,75% ke level 4,909.76. Pelemahan terjadi di tengah data positif dari MBA Mortgage Applications yang naik dari sebelumnya sebesar -4,7% menjadi 4,6%.

Kami memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan kembali mengalami koreksi. Secara teknikal, IHSG hampir menembus batas lower bollinger band. Semua indikator kompak bergerak melemah dimana Indikator MACD Histogram terlihat berpotensi membentuk deadcross setelah beberapa minggu sebelumnya bergerak sideways. Sedangkan indikator Stochastic Oscillator bergerak memasuki area oversold. IHSG diperirakan akan bergerak di kisaran 4,845 – 4,910.

Mandiri Sekuritas
Untuk kesekian kalinya IHSG kembali ditutup di bawah 4.900, yaitu di 4.871. Level 4.900 yang merupakan support jangka pendek telah ditembus (breaking down). Di mana kunci support selanjutnya berada di 4.826, yang merupakan titik terendah di tahun ini, serta 4.800 akan menjadi support psikologis untuk jangka menengah.

Potensi dan probabilitas penurunan IHSG untuk menembus 4.800 mempunyai probabilitas yang relatif besar.

Dalam beberapa hari ke depan yang mulai memasuki pra liburan Hari Raya Idul Fitri, Volume perdagangan akan cenderung relatif rendah dan sepi. Para Investor dan trader akan mulai mengamankan posisinya menjelang liburan panjang, dan cenderung akan memegang posisi cash.

Mengingat kondisi indeks regional yang masih dalam tren penurunan dengan volatilitas yang tinggi. Estimasi pergerakan indeks hari ini masih berada di 4.800-4.900.

Indeks bursa saham Amerika kembali mengalami penurunan yang tajam. Untuk yang kedua kalinya DJIA dan S&P 500 kembali ditutup di bawah MA 200 D, namun NASDAQ masih cukup kuat jauh di atas MA 200 D.

Begitu pun juga dengan indeks bursa saham Asia yang kembali turun tajam, dipicu dari penurunan indeks Shanghai dan Hang Seng. Indeks bursa saham Eropa relatif bervariasi setelah mengalami penurunan dalam beberapa hari sebelumnya.

Secara teknikal, Indeks bursa saham global berada dalam kondisi tren penurunan (bearish).

Harga minyak WTI ditutup di bawah garis support US$ 53/barel, mendekati kisaran US$ 50/barel. Level US$ 50/barel akan menjadi kunci support untuk pergerakan harga minyak WTI di masa yang akan datang.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads