Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.340 per dolar AS sama dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.305 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 21,769 poin (0,45%) ke level 4.849,802 mengekor pelemahan bursa-bursa regional. Aksi jual investor asing langsung ramai sejak dibukanya perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG anjlok 55,021 poin (1,13%) ke level 4.816,550. Saham-saham unggulan jadi target aksi jual.
Saham-saham unggulan langsung terkena aksi jual, hampir seluruh indeks sektoral terkena koreksi. Hanya sektor aneka industri yang masih bisa menguat.
Menutup perdagangan, Kamis (9/7/2015), IHSG terpangkas 33,287 poin (0,68%) ke level 4.838,284. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 6,911 poin (0,83%) ke level 824,732.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 445,757 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 202.169 kali dengan volume 4,847 miliar lembar saham senilai Rp 3,978 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 177 turun, dan 94 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia rata-rata berakhir positif menutup perdagangan hari ini. Bursa saham Singapura menemani BEI di zona merah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 117,86 poin (0,60%) ke level 19.855,50.
- Indeks Hang Seng melompat 805,67 poin (3,43%) ke level 24.322,23.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 202,14 poin (5,76%) ke level 3.709,33.
- Indeks Straits Times melemah 11,38 poin (0,35%) ke level 3.273,61.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 900 ke Rp 16.750, Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 25.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 11.550, dan Unilever (UNVR) turun Rp 600 ke Rp 40.100.
(ang/dnl)











































