Dolar AS Rp 13.300, Agus Marto: Hasil Stress Test Masih Aman

Dolar AS Rp 13.300, Agus Marto: Hasil Stress Test Masih Aman

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2015 18:51 WIB
Dolar AS Rp 13.300, Agus Marto: Hasil Stress Test Masih Aman
Jakarta - Bank Indonesia (BI) terus memantau perkembangan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Volatilitas perekonomian global cukup berdampak pada kondisi ekonomi Indonesia. BI telah berulang kali melakukan stress test, untuk mengukur kekuatan ekonomi Indonesia dengan nilai tukar dolar di kisaran Rp 13.300.

"Pasti kita lakukan stress test, hasilnya aman dan prospek di semester dua baik. Ini kesempatan Indonesia untuk memperbaiki di semester dua," ujar Gubernur BI, Agus Martowardojo, ditemui usai acara diskusi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (9/7/2015).

Memang, kata dia, kondisi ekonomi eksternal perlu terus diwaspadai. Krisis Yunani yang masih berlangsung berdampak pada perekonomian Indonesia meskipun tidak secara signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum juga selesai masalah Yunani, pasar saham China tengah digoyang. Volatilitas bursa saham di China cukup tinggi, sempat naik cukup tajam hingga 60% dari awal tahun, namun kemudian jatuh terperosok 30%. Tentu ini berpengaruh terhadap Indonesia.

"Memang eksternal sangat kita waspadai, kondisi AS, Yunani, China, dan harga-harga komoditi terus melemah. Kami di Indonesia optimistis akan lakukan perbaikan-perbaikan jangka pendek secara konkret, jangka menengah dan panjang. Tadi penjelasan Pak Presiden soal perekonomian, kita sambut baik," terang dia.

Agus juga menanggapi pernyataan Jokowi soal utang luar negeri Indonesia yang dinilai masih aman. Menurutnya, sejauh utang yang ditarik digunakan untuk sektor produktif, maka tidak menjadi masalah.

"Kalau saya konfirmasi itu adalah pengawasan, bahwa presiden melihat secara makro kondisi utang luar negeri kita aman, di kisaran 25 persen terhadap PDB, saya ikut senang karena beliau memperhatikan itu," katanya.

Agus menambahkan, penarikan utang luar negeri boleh dilakukan, sejauh dilakukan dengan hati-hati dan dilakukan lindung nilai atau hedging, untuk memitigasi risiko kurs.

"Kita tidak merasa utang itu sesuatu yang jelek, utang luar negeri boleh tapi harus dilakukan dengan hati-hati, harus lindung nilai," pungkasnya.

(drk/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads