Sahamnya Dibekukan 6 Bulan, Bos Inovisi: Kasihan Investor

Sahamnya Dibekukan 6 Bulan, Bos Inovisi: Kasihan Investor

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2015 13:24 WIB
Sahamnya Dibekukan 6 Bulan, Bos Inovisi: Kasihan Investor
Jakarta - Sejak 13 Februari 2015, saham PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) tidak bisa diperdagangkan. Perdagangan sahamnya dihentikan sementara (suspen) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait laporan keuangan perseroan kuartal III-2014.

BEI menilai, banyak kesalahan dalam laporan keuangan tersebut. Direktur Utama INVS Jan Adam Tangkilisan menanggapi hal itu.

Jan merasa kasihan kepada para investor karena sudah menaruh uangnya di saham tersebut namun tidak bisa diperdagangkan karena disuspen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami simpati kepada investor, mereka kan taruh uang ke kita, kalau nggak bisa keluar masuk kan kasihan," ujarnya saat ditemu usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (10/7/2015).

Untuk itu, Jan meminta kepada BEI untuk segera membuka suspensi agar saham perseroan bisa diperdagangkan lagi.

"Minta suspen dibuka, sudah beberapa bulan kita minta, kita selalu coba penuhi semua permintaan BEI, kita sedang tunggu apalagi yang diminta," katanya.

Jan menyebutkan, hingga saat ini BEI belum bisa menerima laporan keuangan yang disampaikan perseroan.

Pihaknya terus melakukan berbagai perbaikan, salah satunya dengan mengganti auditor untuk memperbaiki laporan keuangan yang dinilai rancu.

"Kita punya problem laporan keuangan tidak diterima, bursa jadi suspen, makanya auditor kita ganti. Kuartal III-2014 sudah diaudit. Yang tidak diterima ada beberapa, disuruh perbaiki, itu terkait anak usaha di luar negeri, laporannya harus diaudit," jelas dia.

Jan mengungkapkan, meskipun sahamnya dalam keadaan disuspen, namun operasional perusahaan tetap berjalan normal.

"Tetap normal, masalahnya bukan di operation. Laporan keuangannya itu, kita Inovisi banyak anak usahanya, kendala di anak usaha," ucap dia.

Jan menambahkan, saat ini pihaknya juga menyampaikan maaf kepada para investor atas masalah yang terjadi.

"Salah satu yang saya buat adalah minta maaf kepada pemegang saham, kita tidak mungkin salahkan yang dulu, apa pun yang terjadi kita tanggung jawab," tandasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads