Saat ini, Indomie dijadikan makanan alternatif pengganti nasi, hal tersebut mendorong kenaikan konsumsi sedikitnya 10% dibandingkan bulan-bulan biasanya.
"Di bulan puasa ada peningkatan konsumsi mie, khusus puasa, 10%, itu DKI saja," ujar Julia Atman, GM Marketing ICBP Divisi Noodle saat ditemui usai pelepasan mudik Lebaran di Kawasan Parkir Barat JIEXpo, Kemayoranβ, Jakarta, Senin (13/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dari divisi noodle, kita nggak ada masalah, kondisi sekarang mencari mie untuk alternatif, produksi mengalami pertumbuhan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Indofood memberangkatkan sekitar 11.744 pengusaha warung makan Indomie beserta keluarga mudik bersama menuju kampung halaman masing-masing dengan menggunakan 210 bus yang difasilitasi oleh Indofood CBP.
Secara serempak para pemudik diberangkatkan dari 8 titik keberangkatan yaitu Jakarta, Tangerang, Bekasi, Karawang, Bogor, Bandung, Semarang, dan Jogjakarta.
"Ini sebagai wujud kepedulian bagi mitra kami para pengusaha warung Indomie," ujar dia.
Julia mengatakan, mudik bersama ini merupakan kegiatan rutin Indofood CBP yang ke-21 kalinya sejak tahun 1994 sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurutnya, keberadaan Indomie di Indonesia tidak terlepas dari kontribusi para pengusaha warung makan Indomie.
"Mereka adalah bagian penting dari Indomie. Kreatifitas mereka dalam meracik dan menyajikan Indomie mampu membuat konsumen setia kepada Indomie," imbuh Julia.
Pada perdagangan hari ini hingga pukul 09.55 waktu JATS, saham ICBP naik 125 poin (1,03%) ke level Rp 12.250 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 259 kali dengan volume 1.748 lot senilai Rp 2,1 miliar.
(drk/ang)











































