Saham Binakarya Melonjak 40% ke Rp 1.400 per Lembar

Pencatatan Saham Perdana

Saham Binakarya Melonjak 40% ke Rp 1.400 per Lembar

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2015 09:18 WIB
Saham Binakarya Melonjak 40% ke Rp 1.400 per Lembar
Jakarta - Perusahaan pengembang properti, PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA), hari ini resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tepat saat perdagangan saham dibuka pada pukul 09.00 waktu JATS, harga saham Binakarya langsung melonjak Rp 1.400 dari harga penawaran perdana sebesar Rp 1.000 per lembar saham, atau mengalami lonjakan harga sebesar 40%.

Sahamnya Binakarya menyentuh titik tertinggi di Rp 1.500 per lembar pagi ini dan harga terendah pada Rp 1.400. Sementara, hingga 10 menit pertama pasca pencatatan saham, harga saham Binakarya stabil di harga Rp 1500, atau naik 50% dari harga penawaran perdana (IPO).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengembang yang tengah menggarap 21 proyek properti ini menerbitkan 150 juta lembar saham baru atau setara 25,35% dari modal dan ditempatkan dan disetor penuh.

"Pencatatan saham Binakarya menjadi tantangan baru bagi kami dan bersejarah. Keberhasilan ini mendorong kami bekerja lebih keras lagi guna menghasilkan kinerja yang kebih baik. Hanya dengan cara itu kami membayar kepercayaan investor," kata Presiden Direktur Binakarya udianto Halim di BEI, Selasa (14/7/2015).

Selama pelaksanaan IPO, Binakarya menunjuk PT RHB OSK Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sementara, masa bookbuilding dimulai sejak 10-17 Juni 2015.

Dari hasil IPO tersebut, emiten ke-11 di tahun 2015 ini berhasil mengantongi dana tunai sekitar Rp 150 miliar.

Budianto menuturkan, dana hasil IPO akan digunakan antara lain sekitar 40% untuk belanja modal, 45,02% untuk refinancing utang ke Bank BTN (Persero), dan sisanya 14,98% untuk modal kerja.

Dana yang diperoleh dari aksi ini akan menjadi tambahan modal untuk membiayai berbagai proyek pembangunan sektor properti yang digarap perusahaan juga untuk melebarkan sayap dengan mengakuisisi sejumlah lahan potensial.

Tahun 2014 pendapatan kami Rp 900 miliar. Target pendapatan tahun ini Rp 1,3 triliun atau naik 30%-an," tutur dia.

Sementara di tahun ini, Binakarya tengah fokus pada pembangunan 6 proyek apartemen, 3 proyek residensial, dan 11 proyek komersial.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads