Kerugian tersebut muncul akibat tingginya beban bunga dan keuangan perusahaan, yaitu utang-utangnya. Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan Bumi Resources, Rabu (22/7/2015), dalam tiga bulan pertama tahun ini beban bunga dan keuangan BUMI tercatat US$ 132,6 juta (Rp 1,7 triliun).
Beban utang tersebut sudah turun dibandingkan posisi tahun sebelumnya pada periode yang sama yaitu US$ 232,5 juta (Rp 3 triliun). Utang perusahaan tambang Grup Bakrie itu bisa berkurang setelah menjual sebagian saham anak usahanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara tahun ini tidak ada aset strategis BUMI yang dijual, sehingga kinerja keuangannya kembali mencatat negatif.
Pergerakan saham Bumi resources pun tak jauh berbeda dengan kinerja keuangannya, hampir mencapai titik terendahnya sepanjang masa.
(ang/dnl)










































