Rupiah Naik-Turun, Sofyan Djalil: Banyak Hal di Luar Kontrol Pemerintah

Rupiah Naik-Turun, Sofyan Djalil: Banyak Hal di Luar Kontrol Pemerintah

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2015 17:37 WIB
Rupiah Naik-Turun, Sofyan Djalil: Banyak Hal di Luar Kontrol Pemerintah
Jakarta -

Pasca libur hari raya Idul Fitri, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sore ini dolar AS ditutup di kisaran Rp 13.370.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil menyebutkan dengan kondisi perekonomian global yang masih penuh gejolak dan ketidakpastian memungkinkan nilai tukar terus berfluktuasi. Seperti pelemahan yang terjadi hari ini.

"Mata uang dalam iklim seperti sekarang, ya naik dan turun," ungkap Sofyan di Komplek Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya terkait dengan rencana Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yang akan menaikan suku bunga. Kemudian berbagai persoalan yang terjadi di China dan negara lainnya. Menurut Sofyan, hal tersebut di luar kontrol pemerintah.

"Ini kan banyak sekali hal-hal yang di luar kontrol kita, misalnya isu-isu kenaikan suku bunga oleh The Fed, dan hal-hal seperti China, Yunani dan lainnya seperti itu," jelasnya

Tugas dari pemerintah, adalah memastikan faktor dari dalam negeri dapat terjaga. Seperti persoalan inflasi. Menjelang lebaran, Sofyan menuturkan kenaikan harga barang-barang masih cukup terkendali.

"Inflasi bulan Juli kelihatannya cukup terkontrol, paling tidak sampai lebaran inflasi kita naiknya tidak seberapa. apalagi biasanya lebaran naik tinggi sekali," terang Sofyan.

Kenaikan Jumlah Pemudik Bantu Ekonomi RI Tumbuh Tinggi

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II - 2015 diperkirakan hampir sama dengan capaian pada kuartal sebelumnya, yaitu 4,7%. Pada kuartal III, perekonomian bisa tumbuh lebih tinggi akibat aktivitas pemudik saat Lebaran.

Sofyan mengatakan, ini merupakan berkah lebaran. Peningkatan jumlah pemudik akan terlihat pada komponen konsumsi rumah tangga nantinya. Sehingga ikut berpengaruh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kalau kita lihat angka mudik itu naik semua, pemakai pesawat naik, yang riil turun cuma kapal laut," ungkapnya.

Sofyan menambahkan, aktivitas mudik memang selalu tak terhindarkan setiap tahunnya, karena menjadi kebutuhan masyarakat. Meskipun diketahui, Indonesia masih dihantui perlambatan ekonomi dari awal tahun.

"Mudik itu merupakan kebutuhan. Kalau dalam keadaan ada pilihan yang sulit, mungkin orang akan keep (simpan uang). Tapi melihat pemudik naik, kita lihat masih oke," ujarnya.

Sofyan optimis, pada kuartal III ekonomi bisa tumbuh sampai 5%. Selain ada aktivitas lebaran, juga ada realisasi belanja pemerintah yang lebih besar daripada dua kuartal sebelumnya.

"Indikatornya begitu, ekonomi bisa tumbuh lebih baik nanti," terang Sofyan

Diketahui sebelumnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyebutkan hingga H+2 penerbangan secara nasional naik 2% dibandingkan dengan tahun lalu. Namun kalau KA kurang lebih ada kenaikan sekitar 1,5% sampai H+2.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads