Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, dalam situasi sekarang ini fluktuasi nilai tukar rupiah dianggap sebagai hal yang wajar.
"Begini ya, rupiah itu kan selalu menjadi pembicaraan yang menarik. Dalam iklim yang seperti kita ketahui, pasar seperti ini, naik-turunnya rupiah masih selama batas wajar, saya pikir tidak menjadi masalah yang besar. BI (Bank Indonesia) melakukan monitor yang detil di pasar dan selama penurunan itu masih dalam batas yang wajar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir masih (wajar) ya, walaupun orang mengatakan nilai rupiah undervelued (nilainya terlalu rendah), tapi kan ini banyak faktor ketidakpastian, misalnya walau pun Yunani sudah dianggap sudah selesai tetapi belum tuntas juga kemudian Amerika kondisi ekonominya lebih baik, itu mempengaruhi juga terhadap pergerakan mata uang dunia," ujarnya.
Maka dari itu, kata Sofyan, naik-turunnya nilai tukar rupiah tidak perlu dibesar-besarkan. Saat ini pemerintah juga sedang berusaha untuk meredam fluktuasi mata uang Garuda.
"Saya pikir itu bukan masalah yang selalu dibesar-besarkan. Namun pemerintah akan melakukan upaya apa pun untuk menjaga rupiah dalam acceptable range (batas wajar)," ujarnya.
Pagi tadi, dolar AS dibuka di kisaran Rp 13.426. Hingga siang ini mata uang Paman Sam bergerak di Rp 13.395.
(ang/dnl)











































