Analis Pasar Uang dari Bank Himpunan Saudara Rully Nova melihat salah satu penyebab pelemahan rupiah karena minimnya transaksi di pasar valuta asing (valas) mengekor libur Lebaran.
"Seminggu ini transaksi sepi, likuiditas di pasar ketat. Sepi karena suasana libur. Terutama pelaku pasar lokal belum banyak yang aktif, mereka mungkin baru akan aktif Senin depan," ujarnya kepada detikFinance, Kamis (23/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data-data ekonomi ini bisa menjadi salah satu indikator penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Kalau data yang keluar bagus, ya mendorong penguatan rupiah. Investor menunggu data-data ekonomi, inflasi akhir Juli nanti, pertumbuhan ekonomi kuartal dua di pertengahan Agustus," sebut dia.
Selain faktor eksternal, Rully juga melihat pengaruh yang kuat dari eksternal. Utamanya soal rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed). Negosiasi utang Yunani juga sedikit banyak akan mempengaruhi pergerakan rupiah.
Lantas, sampai kapan rupiah bisa kembali perkasa?
"Kalau sudah ada kepastian dari The Fed, risiko berkurang," katanya.
(drk/ang)











































