Analis Pasar Uang dari Bank Himpunan Saudara Rully Nova menilai, ada optimisme yang mendorong nilai tukar rupiah kembali menguat.
Kepastian soal rencana Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) menaikkan tingkat suku bunganya bisa mendorong perbaikan rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari faktor domestik, Rully menyebutkan, serapan anggaran pemerintah juga bisa menjadi katalis positif terhadap pasar keuangan.
Hingga kuartal dua tahun ini, realisasi anggaran pemerintah diperkirakan masih akan di bawah 50%.
Dengan angka penyerapan tersebut, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan di level 4,8-4,9%. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi kuartal satu yang sebesar 4,7%.
"Pendorongnya konsumsi masyarakat meningkat dan ekspor mulai membaik," katanya.
Penyerapan anggaran akan mulai tinggi mulai kuartal ketiga, angkanya bisa di atas 50%. Saat penyerapan anggaran mulai optimal, pelaku pasar akan memberikan kepercayaan tinggi terhadap pemerintahan.
Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di level 5,2-5,3% di kuartal ketiga tahun ini. Hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5-5,2%. Ini tentu akan ikut mendorong perbaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Dengan catatan realisasi terserap maksimal, paling tidak 98%," imbuh Rully.
(drk/ang)











































