Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terpangkas 23,449 poin (0,48%) ke level 4.833,146. Indeks terseret koreksi pasar saham Asia.
Indeks langsung jatuh ke zona merah sejak pembukaan perdagangan. Indeks terus melemah hingga ke titik terendahnya hari ini di 4.818,905.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh lapisan saham di seluruh sektor industri terkena tekanan jual. Hanya satu sektor industri yang bisa naik ke zona hijau, yaitu perdagangan.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 82.999 kali dengan volume 2,211 miliar lembar saham senilai Rp 2,044 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 165 turun, dan 84 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih kompak melemah hingga siang hari ini. Minimnya sentimen positif membuat aksi jual pun bermunculan sejak pembukaan perdagangan.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 230,38 poin (1,12%) ke level 20.314,15.
- Indeks Hang Seng anjlok 706,32 poin (2,81%) ke level 24.422,19.
- Indeks Komposit Shanghai amblas 99,37 poin (2,44%) ke level 3.971,53.
- Indeks Straits Times turun 28,98 poin (0,86%) ke level 3.323,67.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 400 ke Rp 24.625, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 51.300, Media Nusantara (MNCN) naik Rp 105 ke Rp 2.050, dan Tower Bersama (TBIG) naik Rp 100 ke Rp 8.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.325 ke Rp 85.775, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 21.325, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 450 ke Rp 10.775, dan BCA (BBCA) turun Rp 350 ke Rp 13.375.
(ang/hen)











































