Tak hanya Indeks Shanghai, Indeks Shenzhen juga turun 7%.
Dilansir dari CNN, Senin (27/7/2015), terjunnya bursa saham China terjadi di tengah kekhawatiran soal kesehatan ekonomi China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Jumat akhir pekan lalu, aktivitas industri manufaktur di China sepanjang Juli 2015 berada di bawah ekspektasi analis.
Ini penyebab pasar saham bergerak ekstrem naik-turun dalam beberapa bulan.
Sinyal pertama datang di pertengahan Juni, setelah indeks Shanghai Composite naik lebih dari 5.100 poin, atau 150% dalam waktu 1 tahun. Saat bubble terjadi, indeks seketika turun 32% dalam 18 hari perdagangan bursa.
Pemerintah China dan bank sentralnya langsung bereaksi. People's Bank of China, bank sentral China, langsung memangkas bunga acuan ke level terendahnya, regulator pasar modal melakukan penahanan terhadap IPO baru, dan pelaku short selling diancam penjara.
Regulator pasar saham China, yaitu China Securities regulatory Commission, melakukan pembelian saham menggunakan uang yang dipasok oleh bank sentral. Perusahaan-perusahaan diperbolehkan melakukan suspensi sahamnya sendiri.
Kebijakan ini berjalan baik, sebelum hari ini pasar saham kembali bergerak liar.
(dnl/ang)











































