"Saat ini masih dalam proses finalisasi dan diharapkan pada bulan depan pabrik yang berkapasitas 50 kg per hari itu akan menghasilkan logam mineral tanah jarang," kata Sekretaris Perusahaan Timah, Agung Nugroho, dalam keterbukaan informasi di situs resmi BEI, Selasa (28/7/2015).
Proyek tanah jarang di Kawasan Industri Tanjung Ular, Bangka Belitung, yang akan digarap perusahaan pelat merah itu mencakup area seluas 110 hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unsur-unsur dalam tanah jarang tersebut selama ini dimanfaatkan industri elektronik, seperti komponen dalam ponsel hingga televisi.
(ang/dnl)











































