Mitsubishi Tambah Kepemilikan Saham di Krama Yudha
Rabu, 23 Feb 2005 14:37 WIB
Jakarta - Mitsubishi Corporation Jepang meningkatkan kepemilikan sahamnya hingga sebesar 50 persen di PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) dari semula hanya 30 persen. Penambahan saham Mitsubishi tersebut membuat status KTB saat ini berubah menjadi perusahaan penanaman modal asing (PMA). "Sebelumnya Mitsubishi Corporation hanya menguasai 30 persen saham dan sisanya 70 persen dimiliki KTB. Kini komposisi kepemilikan saham KTB adalah 50 persen Mitsubishi Corporation dan 50 persen lagi dimilikiKTB," Direktur Pemasaran KTB, Rizwan Alamsjah disela acara peluncuran mobil baru Mitsubishi Grandis, yang berlangsung di Hotel Hilton Jakarta, Rabu,(23/2/2005). Perubahan status KTB menjadi PMA dipastikan tidak akan menggangu strategi penjualannya maupun penyediaan suku cadang, karena hal itu sudah didesain sejak lama. Menurut Rizwan, awal mula perseroan menggandeng Mitsubishi Corporation adalah ketika KTB pada waktu krisis lalu mempunyai kewajiban untuk melunasi utangnya ke bank, dimana pada waktu itu pemerintah menganjurkan untuk mencari mitra strategis. Saat ini KTB memutuskan untuk menggandeng mitra strategis yaitu Mitsubishi Corporation melalui penjualan saham KTB kepada produsen mobil Mitsubishi tersebut. Sebelumnya KTB sendiri memang sudah menjadi distributor tunggal produk mobil Mitsubishi. Rizwan juga menjelaskan, untuk mendongkrak penjualan KTB meluncurkan produk mobil baru dengan tipe MPV (Multi Purpose Vehicle) dengan nama Mitsubishi Grandis yang harganya (on the road) Rp 290 juta per unit. Untuk produksi tersebut KTB akan menyediakan stok produksi sekitar 150 unit per bulan. Sedangkan saat ini yang sudah indent menurut Rizwan, sudah mencapai 650 unit lebih. Namun menurut Rizwan, saat ini produksi Mitsubishi Grandis masih dirakit di Thailand, sehingga ketika masuk ke Indonesia dikenakan bea masuk impor sebesar 5 persen. Sampai akhir 2004 penjualan seluruh produk Mitsubishi yang dijual KTB sebanyak 90 ribu unit dan ditargetkan sampai akhir 2005 mencapai 100 ribu unit.
(qom/)











































