IHSG Bisa Merosot ke 4.500 Jika Ekonomi RI Masih Melambat

IHSG Bisa Merosot ke 4.500 Jika Ekonomi RI Masih Melambat

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 29 Jul 2015 10:44 WIB
IHSG Bisa Merosot ke 4.500 Jika Ekonomi RI Masih Melambat
Jakarta - Bukan hanya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mengalami tekanan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun terus bergerak ke level bawah. IHSG perlahan meninggalkan level 5.000. Saat ini, IHSG bertengger di kisaran 4.700.

Pagi tadi, IHSG dibuka tumbuh 27,270 poin (0,58%) ke level 4.741,026.

Bagaimana gambaran pergerakan IHSG ke depan di tengah perlambatan ekonomi? Akankah IHSG bergerak naik atau malah merosot?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo, pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator penggerak IHSG. Para investor saat ini tengah menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yang diharapkan bisa lebih baik dari kuartal satu tahun ini yang tumbuh melambat.

Selain itu, rilis laporan keuangan emiten perbankan juga mempengaruhi gerak IHSG. Beberapa perbankan menunjukkan pertumbuhan yang bagus, namun yang lainnya belum menunjukkan hasil menggembirakan.

"Hari ini sih masih bagus. Sudah ada beberapa emiten perbankan rilis datanya. BTN bagus tapi Danamon kurang bagus. Kita tidak tahu apakah angka 4.700 itu sudah masuk bottom atau belum, masih banyak kemungkinan, bisa naik atau turun," katanya kepada detikFinance, Rabu (29/7/2015).

Satrio menjelaskan, selain soal rilis kinerja emiten, data pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh terhadap kinerja IHSG.

Jika rilis pertumbuhan ekonomi kuartal kedua bahkan sampai akhir tahun mengecewakan, IHSG bisa terjungkal ke level 4.500, sementara jika hasilnya menggembirakan maka IHSG bisa berbalik arah ke level yang lebih tinggi di angka 5.650 di akhir tahun ini.

"Pasar menunggu rilis pertumbuhan ekonomi kuartal kedua. Kalau bagus bisa di angka 5.650, kalau jelek 4.500," katanya.

Sejauh ini, Satrio menambahkan, investor sangat menunggu gebrakan pembangunan infrastruktur dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Investor menilai Jokowi belum berhasil membawa ekonomi Indonesia lebih baik.

"Makanya pasar masih menaruh harapan kepada Jokowi bagaimana bisa mengatasi perlambatan ekonomi," kata Satrio.

Dihubungi terpisah, Analis NH Koorindo Securities Reza Priyambada menambahkan, pergerakan IHSG tidak bisa diprediksi secara pasti.

Sepanjang sentimen negatif masih terus membayangi IHSG, selama itu pula IHSG akan tertekan.

"Nggak bisa dipastikan juga kapan naiknya karena tergantung dari sentimen. Sepanjang sentimen yang ada masih kurang baik, maka sepanjang itu akan tetap melemah," jelas dia.

Reza menambahkan, level 4.700 saat ini merupakan posisi yang sudah rendah, namun bisa dimungkinkan untuk kembali melemah jika banyak sentimen negatif terutama dari faktor global.

"4.700 support yang harus ditahan saat ini. Tapi 4.700 bisa jadi resistance kalau bergerak di bawah 4.700," tandasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads