Senior Fund Manager BNI Asset Management Hanif Mantiq mengatakan, meski mulai membaik sejak dibuka hari ini, kemungkinan besar bayangan pelemahan IHSG yang merespon negatif bursa saham China masih bisa terulang.
βPengaruhnya terhadap pasar indonesia cukup signifikan karena jika investor mengurangi investasi di Asia otomatis porsi alokasi investasi di Indonesia juga ikut turun,β kata Hanif pada detikFinance, Rabu (29/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Emiten yang paling rentan adalah emitan komoditas karena harga komoditas turun akibat dari permintaan dari China turun sementara suplai berlimpah termasuk suplai dari indonesia,β jelasnya.
"Investor dapat melakukan pembelian secara bertahap untuk tujuan investasi jangka panjang karena Indonesia sedang beralih dari negara pengekspor komoditas menjadi negara manufaktur terutama untuk memenuhi kebutuhan domestik,β tambahnya.
Sedangkan untuk tujuan jangka pendek, sambung Hanif, inestor dapat memilih investasi yang risikonya lebih rendah seperti di obligasi dan pasar uang. Hanif mengungkapkan, imbas pelemahan pasar saham China diperkirakan masih akan berlanjut dalam seminggu ke depan.
(ang/ang)











































