Danareksa Tawarkan Reksa Dana Campuran Untuk Dana Pensiun

Danareksa Tawarkan Reksa Dana Campuran Untuk Dana Pensiun

- detikFinance
Rabu, 23 Feb 2005 15:03 WIB
Jakarta - PT Danareksa Investment Management (DIM) meluncurkan produk reksa dana dengan jenis reksa dana campuran yang dijual khusus kepada dana pensiun (dapen) dengan nama Dana Investasi Bersama (DIB). Penjualan reksa dana tersebut ditawarkan hingga sebesar Rp 1 triliun, dimana hingga akhir tahun 2005 ditargetkan terjual sampai Rp 200 miliar. Reksa dana ini ditawarkan secara terus menerus hingga satu miliar unit penyertaan dengan nilai aktiva bersih (NAB) sebesar Rp 1.000 per unit atau total keseluruhan mencapai Rp 1 triliun. Demikian diungkapkan oleh M. Hanif, Dirut Danareksa Investment Management disela peluncuran DIB yang berlangsung di Four Seasson Hotel Kuningan Jakarta, Rabu (23/2/2005). Hanif menjelaskan, reksa dana DIB menawarkan tingkat imbal hasil (yield) sekitar 12-13 persen. "Yield reksa dana ini bisa mengalahkan yield surat utang jangka pendek," katanya. Investasi DIB akan dialokasikan sebesar 0-50 persen ke saham, 0-80 persen ke obligasi atau 5-100 persen ke instrumen pasar uang dan kas. Untuk penerbitan reksa dana ini, Danareksa menggandeng Standard Chartered Bank sebagai bank kustodiannya. Sebagai sponsor awal reksa dana DIB ini telah terjual sebesar Rp 10 miliar yang berasal dari Dana Pensiun Pertamina sebesar Rp 4 miliar, Dana Pensiun BNI sebesar Rp 2 miliar dan Dana Pensiun Jasa Marga, Dana Pensiun PINDAD, Dana Pensiun Pupuk Kaltim yang masing-masing sebesar Rp 1 miliar. Minimum pembelian awal adalah sebesar Rp 500 juta dan selanjutnya Rp 100 juta. Ditempat yang sama Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Satino mengatakan, untuk menjaga transparansi pengelolaan investasi ini, DIM melibatkan beberapa dana pensiun yang tergabung dalam ADPI untuk duduk sebagai Komite Investasi. Komite ini menurut Satino, akan bertugas untuk mengarahkan dan memonitor pengelolaan investasi DIB sehingga seusai dengan tujuan investasi dan perubahan kondisi pasar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads