Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 13.457 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.460 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 19,062 poin (0,40%) ke level 4.733,818 didorong penguatan saham-saham yang kemarin sudah turun. Aksi beli banyak dilakukan investor asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 9,201 poin (0,20%) ke level 4.723,957 setelah muncul aksi jual investor asing siang tadi.
Saham-saham yang kemarin sudah jatuh kini jadi incaran investor. Tapi ada juga yang terkena aksi ambil untung dan jatuh ke zona merah.
Menutup perdagangan, Rabu (29/7/2015), IHSG bertambah 6,365 poin (0,14%) ke level 4.721,121. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,380 poin (0,05%) ke level 796,064.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 366,644 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 202.076 kali dengan volume 5,187 miliar lembar saham senilai Rp 4,805 triliun. Sebanyak 154 saham naik, 109 turun, dan 91 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia berakhir mixed cenderung menguat sore hari ini ini. Sentimen positif dari Wall Street semalam memberi sedikit semangat ke pelaku pasar.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 13,49 poin (0,07%) ke level 20.315,40.
- Indeks Hang Seng naik tipis 11,86 poin (0,05%) ke level 24.515,80.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 7,74 poin (0,21%) ke level 3.655,27.
- Indeks Straits Times bertambah 2,08 poin (0,06%) ke level 3.283,17.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 975 ke Rp 47.000, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 20.425, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 39.700, dan Indofood (INDF) turun Rp 250 ke Rp 5.775.
(ang/dnl)











































