Kinerja keuangan PT Astra Internasional Tbk (ASII) mengalami penurunan selama semester I-2015. Laba bersih group Astra hanya Rp 8,052 triliun atau turun 18% dari periode sebelumnya. Pada semester I-2014, Astra membukukan laba bersih Rp 9,820 triliun.
Penurunan laba bersih karena pengaruh besar dari anjloknya penjualan mobil dan motor hingga melempemnya sektor agrobisnis yang menjadi salah satu tulang punggung dari bisnis Group Astra.
"Laba bersih Astra pada semester I menurun, seiring dengan berkurangnya konsumsi domestik, kompetisi di sektor mobil dan melemahnya harga komoditas di Indonesia. Di tengah pemulihan ekonomi yang belum pasti, bisnis kami siap menangkap peluang saat momentum pemulihan terjadi dan tetap solid didukung oleh neraca keuangan yang kuat," kata Presiden Direktur Prijono Sugiarto dalam siaran pers seperti diterima Kamis (30/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan penjualan sepeda motor nasional mengalami penurunan sebesar 24% menjadi 3,2 juta unit. Untuk Astra, penjuala sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) turun 19% menjadi 2,1 juta unit, namun pangsa pasar meningkat menjadi 67%. Hal sama terjadi pada bisnis agrobisnis. Laba bersih dari segmen agribisnis turun 68% menjadi Rp 354 miliar. Penurunan ini dipengaruhi oleh masih belum membaiknya harga CPO.
(feb/hen)











































