Berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI), Kamis (30/7/2015), dolar AS berada di posisi Rp 13.468.
Gubernur BI Agus Martowardojo melihat, nilai tukar rupiah sama halnya dengan nilai tukar negara lain yang tak mampu membendung kuatnya dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Agus meyakini volatilitas rupiah masih dalam batas wajar. BI sebagai otoritas moneter akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Saya melihatnya adalah bahwa seperti nilai tukar ini karena kondisi AS membaik, jadi rupiah bisa ke Rp 13.400-Rp 13.450, yang mau kita yakinkan volatilitas tetap dalam range yang baik," terang dia.
Agus menjelaskan, hasil FOMC Meeting (rapat) bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) semalam menetapkan keputusan tetap mempertahankan suku bunga acuannya.
"Itu direspons pasar lebih tenang, volatilitas tetap ada, tapi BI akan menjaga dan nilai tukar rupiah saat ini mencerminkan fundamental," kata dia.
Lebih jauh Agus menjelaskan, isu soal bunga acuan AS (Fed Fund Rate) ini sudah bergulir cukup lama, namun belum ada kepastian hingga saat ini.
Prediksi para analis asing memperkirakan, bunga acuan akan dinaikkan antara September hingga Desember 2015. Pada saatnya nanti, Agus mengatakan, para investor sudah bisa mengantisipasi dampak dari kebijakan bank sentral AS tersebut.
"Dampaknya diharapkan sudah di price-in, kondisi ini yang nyata bahwa AS dan Eropa ada perbaikan. BI akan tetap menjaga supaya tidak terjadi volatilitas tidak sehat. Luar negeri ini masih terus bergejolak tapi secara umum kita percaya diri," jelas Agus.
(drk/dnl)











































