Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, akibat tekanan dari eksternal tersebut maka pemerintah tidak bisa berbuat banyak ketika mata uang Garuda alami pelemahan.
"Rupiah adalah sesuatu yang tidak banyak dilakukan pemerintah, karena faktor eksternal," ujar Sofyan di Jakarta, Senin (3/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan AS rencana menaikkan suku bunga. Itu dijadikan alasan untuk gerakan pasar. Itu juga terjadi di banyak negara. Dan kami jaga agar rupiah tetap reasonable (batas wajar)," ujarnya.
Pagi tadi, dolar AS sempat dibuka melemah di posisi Rp 13.476 dari posisi akhir pekan lalu Rp 13.506. Namun dolar AS terus menguat hingga ke Rp 13.506 sore ini.
(ang/dnl)











































