Dolar AS Rp 13.500, Sofyan Djalil: Tak Banyak yang Bisa Dilakukan

Dolar AS Rp 13.500, Sofyan Djalil: Tak Banyak yang Bisa Dilakukan

drk - detikFinance
Senin, 03 Agu 2015 15:56 WIB
Dolar AS Rp 13.500, Sofyan Djalil: Tak Banyak yang Bisa Dilakukan
Jakarta - Nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS) yang hari ini kembali menembus Rp 13.500. Sentimen eksternal masih menjadi faktor utama pelemahan rupiah.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, akibat tekanan dari eksternal tersebut maka pemerintah tidak bisa berbuat banyak ketika mata uang Garuda alami pelemahan.

"Rupiah adalah sesuatu yang tidak banyak dilakukan pemerintah, karena faktor eksternal," ujar Sofyan di Jakarta, Senin (3/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor eksternal tersebut adalah rencana bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), menaikkan tingkat suku bunga acuan. Meski jadwalnya masih rumor, rencana naiknya suku bunga AS ini membuat pasar keuangan dunia gonjang-ganjing.

"Kan AS rencana menaikkan suku bunga. Itu dijadikan alasan untuk gerakan pasar. Itu juga terjadi di banyak negara. Dan kami jaga agar rupiah tetap reasonable (batas wajar)," ujarnya.

Pagi tadi, dolar AS sempat dibuka melemah di posisi Rp 13.476 dari posisi akhir pekan lalu Rp 13.506. Namun dolar AS terus menguat hingga ke Rp 13.506 sore ini.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads