Harga Minyak Turun, Laba Perusahaan Ini Melonjak 350% Jadi Rp 396 M

Harga Minyak Turun, Laba Perusahaan Ini Melonjak 350% Jadi Rp 396 M

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 03 Agu 2015 17:15 WIB
Harga Minyak Turun, Laba Perusahaan Ini Melonjak 350% Jadi Rp 396 M
Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatat laba bersih US$ 30,5 juta atau sekitar Rp 396,5 miliar (kurs Rp 13.000/dolar AS) di semester I-2015. Labanya melonjak 350,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 6,8 juta (Rp 88,4 miliar).

Lonjakan laba terjadi berkat bahan baku perusahaan petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia itu turun harga setelah harga minyak anjok. Sementara harga jual produk masih tinggi.

"Sebagai hasilnya, margin kotor untuk paruh pertama 2015 melonjak menjadi 11,1% dari 4,3% dibandingkan dengan periode yang sama di 2014," kata Direktur Chandra Asri, Suryandi, dalam siaran pers, Senin (3/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski laba melonjak, tapi penjualan Chandra Asri di paruh pertama 2015 tercatat turun 38,3% menjadi US$ 799,8 juta. Berkat beban penjualan yang turun, maka laba kotor perusahaan naik 58% menjadi US$ 88,6 juta.

"Laba kotor yang lebih tinggi sebagian besar disebabkan oleh margin kimia global yang lebih tinggi ditambah dengan penurunan yang signifikan pada bahan baku dan harga minyak mentah sementara harga produk tetap relatif kuat," ujarnya.

Selain pengumuman kinerja, Perseroan juga melaporkan akan melakukan shutdown selama 90 hari di kuartal IV-2015 untuk mengintegrasi/tie-in fasilitas Cracker yang baru dengan fasilitas yang sudah ada dan juga melakukan kegiatan pemeliharaan terjadwal atau Turn-Around Maintenance (TAM) untuk meningkatkan keandalan dan kinerja pabrik.

Pasca selesainya proyek ekspansi Cracker, kapasitas produksi Perusahaan akan meningkat hingga 43% menjadi 860.000 ton/tahun atau setara dengan ukuran perusahaan skala dunia.

Pemegang saham mayoritas Chandra Asri adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang merupakan perusahaan milik pengusaha nasional Prajogo Pangestu.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads