Laba WIKA Semester-I Rp 200,49 Miliar, Turun 29%

Laba WIKA Semester-I Rp 200,49 Miliar, Turun 29%

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 03 Agu 2015 17:53 WIB
Laba WIKA Semester-I Rp 200,49 Miliar, Turun 29%
Jakarta - Laba bersih PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun 29,09% pada semester-I 2015. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi ini hanya meraup laba Rp 200,49 miliar atau turun dibanding tahun 2014 yang senilai Rp 282,65 miliar.

Penurunan kinerja emiten berkode WIKA ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perlambatan aktivitas ekonomi Indonesia, kendala pembebasan lahan hingga perubahan nomenklatur organisasi kementerian yang berpengaruh pada pencairan pembayaran pekerjaan.

Berbanding lurus dengan laba bersih, penjualan WIKA juga turun 18,29% pada semester-I 2015 menjadi Rp 4,78 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2015, WIKA menargetkan penjualan sebesar Rp 21,43 triliun atau naik 24,23% dari realisasi penjualan tahun 2014 sebesar Rp 17,25 triliun. Sementara itu, laba bersih tahun 2015 ditargetkan dapat diperoleh sebesar Rp764,52 miliar atau naik sebesar 24,28% % dari realisasi tahun 2014 sebesar Rp 615,18 miliar," kata Corporate Secretary WIKA Suradi dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (3/8/2015).

Sementara itu, realisasi belanja modal perseroan (Capital Expenditure/Capex) per Juni 2015 mencapai Rp 601,71 miliar atau 34,68% dari target Capex 2015 sebesar Rp 1,74 triliun. Capex tahun 2015 terdiri dari WIKA Induk Rp 952,20 miliar dan anak Perusahaan sebesar Rp 782,97 miliar.

Hingga Semester-I 2015 ini, WIKA mencatat beberapa proyek infrastruktur yang telah diperoleh, antara lain: Bendungan Keureto Aceh, Bendungan Passeloreng Wajo Sulawesi Selatan, Bendungan Karian Banten dan Bendungan Logung Jawa Tengah serta proyek-proyek jalan tol seperti jalan Tol Gempol-Pandaaan, Tol Soroja dan Jalan Tol Solo-Kertosono termasuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) dan Proyek Sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur yang belum dapat memberikan kontribusi maksimal pada pendapatan Perseroan pada Semester-I ini, karena baru akan terealisasi pada akhir 2015.

WIKA, kata Suradi, tetap optimistis dapat mencapai target karena komposisi perolehan kontrak baru pada tahun 2015 ditargetkan terbesar dari pemerintah sebesar 52,02%, kemudian BUMN 22,1% dan swasta 25,21%.

Selain itu, WIKA juga berharap agar pelelangan dan pelaksanaan proyek infrastruktur power plant 35.000 MW dapat dipercepat sehingga dapat berkonstribusi aktif baik sebagai kontraktor EPC maupun investor.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads