Banyak Proyek di Luar Negeri, BUMN Ini 'Kebanjiran' Dolar AS

Banyak Proyek di Luar Negeri, BUMN Ini 'Kebanjiran' Dolar AS

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 03 Agu 2015 20:24 WIB
Banyak Proyek di Luar Negeri, BUMN Ini Kebanjiran Dolar AS
Salah satu proyek WIKA (Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar yang terus terjadi membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ingin menggunakan asuransi valas atau yang biasa disebut hedging alias lindung nilai untuk kontrak tahun depan. โ€ŽSalah satunya adalah BUMN PT Wijaya Karya (Tbk).

Direktur Keuangan Wijaya Karya, Adji Firmantoro mengatakan, di tahun ini, perseroan mengalami surplus dolar. Banyak pembayaran kontrak yang menggunakan dolar AS sehingga perseroan mengalami kelebihan dolar.

"Terus terang kita overliquid dolar. Jadi sampai akhir tahun masih surplus. Jadi mungkin tahun ini keuntungan kita bertambah, tapi belum terlalu signifikan," kata Adji ditemui di kantor Garuda Indonesia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (3/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adji mengatakan, selain memilik valas, perusahaan pelat merah itu juga punya utang dalam bentuk mata uang dolar. Sayangnya, dia enggan menyebut berapa besaran utang perseroan.

"Nggak besar, masih lebih besar asetnya. Nggak terlalu signifikan," jelasnya.

Meski mengalami surplus dolar, Adji mengatakan, di tahun depan, WIKA akan menggunakan asuransi valas atau hedging demi menyelamatkan keuangan perseroan, jika impor material, utang luar negeri melonjak saat dolar tengah menguat.

"โ€ŽUntuk kontrak yang akan datang, nggak ada kata lain, kita harus hedging. Material impor kita. Mau nggak mau strategi hedging ini kita ikuti," katanya.

(zul/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads