Direktur Keuangan Wijaya Karya, Adji Firmantoro mengatakan, di tahun ini, perseroan mengalami surplus dolar. Banyak pembayaran kontrak yang menggunakan dolar AS sehingga perseroan mengalami kelebihan dolar.
"Terus terang kita overliquid dolar. Jadi sampai akhir tahun masih surplus. Jadi mungkin tahun ini keuntungan kita bertambah, tapi belum terlalu signifikan," kata Adji ditemui di kantor Garuda Indonesia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (3/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak besar, masih lebih besar asetnya. Nggak terlalu signifikan," jelasnya.
Meski mengalami surplus dolar, Adji mengatakan, di tahun depan, WIKA akan menggunakan asuransi valas atau hedging demi menyelamatkan keuangan perseroan, jika impor material, utang luar negeri melonjak saat dolar tengah menguat.
"โUntuk kontrak yang akan datang, nggak ada kata lain, kita harus hedging. Material impor kita. Mau nggak mau strategi hedging ini kita ikuti," katanya.
(zul/ang)











































