Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (3/8/2015), IHSG ditutup menipis 2,347 poin (0,05%) ke level 4.800,182. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 1,957 poin (0,24%) ke level 815,054.
Wall Street ditutup negatif pada perdagangan Senin awal pekan. Ini dikarenakan turunnya harga minyak yang mendorong saham-saham energi ikut lesu. Serta data manufaktur di China yang menimbulkan kekhawatiran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan bisa bergerak di zona merah jika melihat sentimen yang bergerak. Investor menanti laporan keuangan emiten yang diharapkan bisa mengubah arah perdagangan.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 15,55 poin (0,08%) ke level 20.532,56.
- Indeks Straits Times berkurang 4,61 poin (0,14%) ke level 3.188,18.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
First Asia Capital
IHSG kemarin bergerak bervariasi di tengah minimnya insentif positif di pasar. Aksi beli selektif terutama melanda saham emiten bank BUMN berkapitalisasi besar seperti saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang kemarin menguat 4,5%. Sedangkan aksi ambil untung terutama melanda saham sektor konsumsi, perdagangan, dan pertambangan.
IHSG akhirnya ditutup relatif flat melemah 2 poin di 4.800,182. Penguatan lanjutan IHSG tertahan setelah pasar kawasan Asia kemarin cenderung bergerak di teritori negatif.
Sentimen negatif kawasan Asia kemarin dipicu data manufaktur China yang kembali mengindikasikan perlambatan ekonomi negara tersebut. Indeks Caixin Final Manufacturing China Juli lalu turun ke 47,8 terendah sejak Juli 2013.
Dari domestik data inflasi Juli sebesar 0,93% secara bulanan dan 7,26% (yoy) cenderung direspons positif karena sudah diperkirakan sebelumnya. Pasar memperkirakan inflasi ke depan cenderung akan turun pasca Idul Fitri. Saat ini pasar tengah menanti data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal dua yang diperkirakan masih di bawah 5% namun lebih tinggi dari kuartal pertama sebesar 4,7% (yoy).
Sementara Wall Street tadi malam bergerak di teritori negatif setelah harga komoditas kembali anjlok menyusul meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi setelah aktivitas manufaktur China Juli lalu kembali mengalami kontraksi. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,52% dan 0,28% tutup di 17.598,20 dan 2.098,04. Harga minyak mentah di AS kembali anjlok 3,81% di US$ 45,72/barel.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi namun cenderung terkoreksi menyusul minimnya insentif positif. Pasar juga mencermati pergerakan rupiah atas dolar AS yang sudah menembus level Rp 13.500 per US$, IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.770 dan resisten di 4.830.
OSO Securities
Awal pekan ini IHSG ditutup melemah tipis di tengah pelemahan yang terjadi pada mayoritas bursa Asia. Riilisnya data Caixin China PMI yang turun menjadi 47.8 dari sebelumnya 48.2, menjadi salah satu katalis yang mampu menyeret Bursa China ke dalam zona merah, sehingga memberikan sentiment negative kepada bursa Asia lainnya. IHSG melemah sebesar 0.05% atau turun ke level 4,800.18. Rilisnya data inflasi bulan Juli yang masih terkendali sebesar 0.93% MoM atau 1.26% YoY tidak mampu menggerakkan IHSG lebih tinggi. Hampir seluruh indeks sektoral mengalami pelemahan, kecuali sector Basic Industry, Property dan Finance. Pelaku pasar asing mencatatkan net buy sebesar Rp 327.99 miliar.
Sementara itu, Bursa Wall Street ikut menjadi imbas dari penurunan yang terjadi pada bursa China, pelaku pasar khawatir terhadap perekonomian China yang semakin menunjukkan tren perlambatannya. Selain itu personal income US yang masih rendah sebesar 0.4% dari sebelumnya 0.5% ikut menjadi katalis negatif pada perdagangan kemarin.
Berbeda dengan bursa Eropa yang ditutup variatif dengan kecenderungan menguat. Rilisnya data Markit Manafacturing PMI kawasan Eropa sebesar 52.4 atau berada di atas ekspektasi pasar yang hanya 52.2, semakin memberikan optimisme pelaku pasar bahwa kondisi Eropa kian membaik.
Pada perdagangan hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas ditengah masih tingginya nilai tukar rupiah atau masih berada di atas 13.500. Secara technical IHSG berada di area lower Bollinger band. Indikator MACD Histogram membentuk pola goldencross diikuti dengan penguatan volume. Selain itu indikator stochastic oscilator terus melanjutkan penguatannya disertai indikator MFI yang semakin menguat. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4780 β 4840.
(ang/ang)











































